Home Actress Dewi Lestari HD Instagram Photos and Wallpapers May 2024 Dewi Lestari Instagram - My partner in crime since childhood. Manusia adzaib dengan bakat musik mencengangkan. Tambah tua adalah keniscayaan, tapi dalam kasusnya Arina Mocca a.k.a Dede alias Dexter dengan nama player McMabux (di game balap mobil), menjadi sebuah keganjilan. Maneh teu pantes kolot sih, De. Tapi, kumaha deui nya? 😅 Happy birthday, my broh. Semoga tambah sakseus, sehat, bijak, dan berbahagia. Love you to Pluto and back!

Dewi Lestari Instagram – My partner in crime since childhood. Manusia adzaib dengan bakat musik mencengangkan. Tambah tua adalah keniscayaan, tapi dalam kasusnya Arina Mocca a.k.a Dede alias Dexter dengan nama player McMabux (di game balap mobil), menjadi sebuah keganjilan. Maneh teu pantes kolot sih, De. Tapi, kumaha deui nya? 😅 Happy birthday, my broh. Semoga tambah sakseus, sehat, bijak, dan berbahagia. Love you to Pluto and back!

Dewi Lestari Instagram - My partner in crime since childhood. Manusia adzaib dengan bakat musik mencengangkan. Tambah tua adalah keniscayaan, tapi dalam kasusnya Arina Mocca a.k.a Dede alias Dexter dengan nama player McMabux (di game balap mobil), menjadi sebuah keganjilan. Maneh teu pantes kolot sih, De. Tapi, kumaha deui nya? 😅 Happy birthday, my broh. Semoga tambah sakseus, sehat, bijak, dan berbahagia. Love you to Pluto and back!

Dewi Lestari Instagram – My partner in crime since childhood. Manusia adzaib dengan bakat musik mencengangkan. Tambah tua adalah keniscayaan, tapi dalam kasusnya Arina Mocca a.k.a Dede alias Dexter dengan nama player McMabux (di game balap mobil), menjadi sebuah keganjilan. Maneh teu pantes kolot sih, De. Tapi, kumaha deui nya? 😅

Happy birthday, my broh. Semoga tambah sakseus, sehat, bijak, dan berbahagia. Love you to Pluto and back! | Posted on 04/May/2024 07:56:23

Dewi Lestari Instagram – Pencarian Satu Foto

Kabar duka itu membekukan saya. Joko Pinurbo telah berpulang untuk selamanya. 

Seharian itu saya mengais-ngais kenangan bersama beliau. Membuka pesan WA-nya, DM-nya, lalu menelisik data foto dari tahun ke tahun, mencoba mencari satu gambar—yang saya ingat sebagai satu-satunya foto kami bersama. Sudah empat hari berlalu, foto itu tak kunjung ketemu. Saya mulai meragukan ingatan saya. Jangan-jangan, foto bersama dengan Joko Pinurbo hanyalah produk imajinasi saya belaka. Yang saya temukan cuma pertukaran pesan, yang meski tak terlalu sering, selalu berkesan. 

Jika Sapardi memikat saya dengan metafora indahnya, Joko Pinurbo memukau saya dengan kecerkasan, humor, dan efisiensi bahasanya. Saat berjumpa langsung, beliau cenderung pendiam, pandai menghilang dengan gesit di kerumunan. Sementara, interaksi tertulisnya terasa hangat, bahkan antusias. Namun, pesan terakhir saya pada bulan November tidak berbalas. Tampaknya beliau sedang sakit berat saat itu. 

Rasa-rasanya ada urusan “tak selesai” antara saya dengan Mas Jokpin, salah satunya niat saya untuk ikut kelas puisi beliau. Plus, punya foto kenangan bersamanya. Satu saja. Apa daya, batas hidup jualah yang memutus urusan itu. Saya harus puas dengan apa yang ada. Potongan pesannya. Kiriman kliping darinya. Fotonya bersama buku alumni Kaizen Writing. 

Semua itu kecil dibandingkan harta budaya yang ditinggalkan Joko Pinurbo bagi kita semua. Kepiawaiannya berpuisi dan bergelut dengan bahasa. Karya demi karya yang cerkas, cerdas, dan lugas. Terima kasih atas jejakmu yang luar biasa, Mas. Semoga lapang jalanmu.

#JokoPinurbo #Jokpin
Dewi Lestari Instagram – Pencarian Satu Foto

Kabar duka itu membekukan saya. Joko Pinurbo telah berpulang untuk selamanya. 

Seharian itu saya mengais-ngais kenangan bersama beliau. Membuka pesan WA-nya, DM-nya, lalu menelisik data foto dari tahun ke tahun, mencoba mencari satu gambar—yang saya ingat sebagai satu-satunya foto kami bersama. Sudah empat hari berlalu, foto itu tak kunjung ketemu. Saya mulai meragukan ingatan saya. Jangan-jangan, foto bersama dengan Joko Pinurbo hanyalah produk imajinasi saya belaka. Yang saya temukan cuma pertukaran pesan, yang meski tak terlalu sering, selalu berkesan. 

Jika Sapardi memikat saya dengan metafora indahnya, Joko Pinurbo memukau saya dengan kecerkasan, humor, dan efisiensi bahasanya. Saat berjumpa langsung, beliau cenderung pendiam, pandai menghilang dengan gesit di kerumunan. Sementara, interaksi tertulisnya terasa hangat, bahkan antusias. Namun, pesan terakhir saya pada bulan November tidak berbalas. Tampaknya beliau sedang sakit berat saat itu. 

Rasa-rasanya ada urusan “tak selesai” antara saya dengan Mas Jokpin, salah satunya niat saya untuk ikut kelas puisi beliau. Plus, punya foto kenangan bersamanya. Satu saja. Apa daya, batas hidup jualah yang memutus urusan itu. Saya harus puas dengan apa yang ada. Potongan pesannya. Kiriman kliping darinya. Fotonya bersama buku alumni Kaizen Writing. 

Semua itu kecil dibandingkan harta budaya yang ditinggalkan Joko Pinurbo bagi kita semua. Kepiawaiannya berpuisi dan bergelut dengan bahasa. Karya demi karya yang cerkas, cerdas, dan lugas. Terima kasih atas jejakmu yang luar biasa, Mas. Semoga lapang jalanmu.

#JokoPinurbo #Jokpin

Check out the latest gallery of Dewi Lestari