Ramon Y. Tungka Instagram – Limbah Rumah Tangga Untuk Budidaya Yang Ramah Lingkungan & Berkelanjutan.
—
Pembudidayaan tambak menggambarkan bahwa alam terus memberikan kehidupan bagi manusianya. Namun mampukah manusia beradaptasi untuk keberlanjutan alam?
Pertanyaan tadi berputar di kepala saat saya duduk ditepian tambak Kampung Pegat Batumbuk, Berau, Kalimantan Timur di siang yang mendung itu ditengah penugasan National Geographic Indonesia ke wilayah pesisir timur Borneo pekan lalu.
Jelas pengolahan secara organik menjadi satu-satunya kunci keberlanjutan & kesejahteraan ditengah ancaman perubahan iklim. Namun dapatkah diterapkan?
Hasil panen tambak adalah salah satu sumber komoditi kehidupan di Pegat Batumbuk. Masyarakat lokal sadar betul tak mudah untuk menjaga keberlanjutan budidaya tambak yang berdampingan dengan kawasan hutan bakau. Kendati penggunaan pupuk berbahan kimia kerapkali hadir menggoda menawarkan solusi praktis, namun secara berkala dan terpadu masyarakat memilih untuk mengolah pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai solusi menjaga kualitas panen.
Pengolahan kompos dan mikroorganisme lokal (MoL) yang berasal dari fermentasi sisa sayuran atau makanan, tumbukan kulit kering udang serta air cucian beras ini terbukti mampu menjadi nutrisi bagi air untuk meningkatkan pertumbuhan pakan alami dan senantiasa menjaga kualitas tanah pelataran dan air tambak. Hasilnya? Jelas kualitas panen menjadi lebih sehat.
Tentu upaya masyarakat Pegat Batumbuk ini adalah salah satu dari sekian banyak contoh praktik keberpihakan pada lingkungan yang sejatinya tersebar di pelosok negeri.
Meski prosesnya tak singkat, pada akhirnya kualitas yang baik tentu otomatis tak melupakan kuantitas. Rumusan yang seharusnya bisa menjadi pegangan & kebijakan bila kita mau menjaga keberlanjutan alam.
Demi mewujudkan lestari.
#nationalgeographicindonesia
#sayapilihbumi
#konservasialamnusantara
#ykan | Posted on 30/Jun/2024 17:23:30



