Pernah gak, kalian ada di situasi yang bikin mumet? Entah sekedar buat nyari inspirasi, atau menemukan solusi. Dalam hidup, pasti kita akan ketemu hal-hal yang kadang terkesan ‘mentok’. Gelap. Gak ada cahaya. Maju salah, mundur apalagi. Belok juga, mau belok kemana? Nyari bantuan, apalagi disaat kita gak ada, ditambah pula bukan siapa-siapa, hmm.. rasanya makin jaaauuuhhhh aja sama harapan. Saat menulis buku ke-4 bbrp tahun lalu, Gue pernah ada di satu titik yang bikin mata jadi melek.. Iya ya.. Gue nih, gak sendiri.. Gak pernah sendirian.. Kenapa begitu putus asa? Padahal ada Allah, yang lagi nunggu didatengin, dideketin, dicurhatin, ditanya.. Ada Allah yang 24 jam kapanpun kita mau, Modalnya cuma ngomong kok, cuma sholat, cuma doa.. Kenapa merasa gak ada pertolongan? Gak ada yang nolongin? Bukan, bukan karena sesungguhnya gak ada. Tapi emang kitanya yang gak dateng. Gak mau dibantu. Gak mau ditolong. Gak mencari Dia. Gak lari ke Dia. Gak ngadep ke Dia. Lantas kalo gak ke Dia, Kemana & kepada siapa kamu mencari? Selama ini kita terlalu mengendalikan otak, teman, kenalan, barang, atau apapun lainnya, tapi lupa.. semua atas kuasa Dia. Jangan dipikir sendirian, jangan dipukul bebannya sendiri. Kamu ga akan kuat 😀 Ada Allah. Buat daftar listnya, apa aja yang mau dicurhatin, didoain, bungkus & bawa ke sujud. Cari jawaban di sana. Tar Allah bimbing jalannya..
Pernah gak, kalian ada di situasi yang bikin mumet? Entah sekedar buat nyari inspirasi, atau menemukan solusi. Dalam hidup, pasti kita akan ketemu hal-hal yang kadang terkesan ‘mentok’. Gelap. Gak ada cahaya. Maju salah, mundur apalagi. Belok juga, mau belok kemana? Nyari bantuan, apalagi disaat kita gak ada, ditambah pula bukan siapa-siapa, hmm.. rasanya makin jaaauuuhhhh aja sama harapan. Saat menulis buku ke-4 bbrp tahun lalu, Gue pernah ada di satu titik yang bikin mata jadi melek.. Iya ya.. Gue nih, gak sendiri.. Gak pernah sendirian.. Kenapa begitu putus asa? Padahal ada Allah, yang lagi nunggu didatengin, dideketin, dicurhatin, ditanya.. Ada Allah yang 24 jam kapanpun kita mau, Modalnya cuma ngomong kok, cuma sholat, cuma doa.. Kenapa merasa gak ada pertolongan? Gak ada yang nolongin? Bukan, bukan karena sesungguhnya gak ada. Tapi emang kitanya yang gak dateng. Gak mau dibantu. Gak mau ditolong. Gak mencari Dia. Gak lari ke Dia. Gak ngadep ke Dia. Lantas kalo gak ke Dia, Kemana & kepada siapa kamu mencari? Selama ini kita terlalu mengendalikan otak, teman, kenalan, barang, atau apapun lainnya, tapi lupa.. semua atas kuasa Dia. Jangan dipikir sendirian, jangan dipukul bebannya sendiri. Kamu ga akan kuat 😀 Ada Allah. Buat daftar listnya, apa aja yang mau dicurhatin, didoain, bungkus & bawa ke sujud. Cari jawaban di sana. Tar Allah bimbing jalannya..
Pernah gak, kalian ada di situasi yang bikin mumet? Entah sekedar buat nyari inspirasi, atau menemukan solusi. Dalam hidup, pasti kita akan ketemu hal-hal yang kadang terkesan ‘mentok’. Gelap. Gak ada cahaya. Maju salah, mundur apalagi. Belok juga, mau belok kemana? Nyari bantuan, apalagi disaat kita gak ada, ditambah pula bukan siapa-siapa, hmm.. rasanya makin jaaauuuhhhh aja sama harapan. Saat menulis buku ke-4 bbrp tahun lalu, Gue pernah ada di satu titik yang bikin mata jadi melek.. Iya ya.. Gue nih, gak sendiri.. Gak pernah sendirian.. Kenapa begitu putus asa? Padahal ada Allah, yang lagi nunggu didatengin, dideketin, dicurhatin, ditanya.. Ada Allah yang 24 jam kapanpun kita mau, Modalnya cuma ngomong kok, cuma sholat, cuma doa.. Kenapa merasa gak ada pertolongan? Gak ada yang nolongin? Bukan, bukan karena sesungguhnya gak ada. Tapi emang kitanya yang gak dateng. Gak mau dibantu. Gak mau ditolong. Gak mencari Dia. Gak lari ke Dia. Gak ngadep ke Dia. Lantas kalo gak ke Dia, Kemana & kepada siapa kamu mencari? Selama ini kita terlalu mengendalikan otak, teman, kenalan, barang, atau apapun lainnya, tapi lupa.. semua atas kuasa Dia. Jangan dipikir sendirian, jangan dipukul bebannya sendiri. Kamu ga akan kuat 😀 Ada Allah. Buat daftar listnya, apa aja yang mau dicurhatin, didoain, bungkus & bawa ke sujud. Cari jawaban di sana. Tar Allah bimbing jalannya..
Ada yang punya testimoni keajaiban juga? Saat dirasa sulit, ga mungkin, payah, tapi di sanalah malah bertemu dengan keajaiban.. Coba share cerita versi kalian di komentar 🤗 Keajaiban Allah itu ada, dan nyata. Jadi jangan putus asa, putus semangat yaaaa! 💪
Seorang Ibu memeluk anaknya, dan berkata padanya: “Nak, jika ada seribu orang yang mencintaimu, maka akulah yang pertama. Jika hanya ada satu orang yang mencintaimu, maka itulah aku. Dan seandainya tak ada satu pun yang mencintaimu, maka ketahuilah aku telah tiada…” 💜💜💜
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Di tengah umroh, gue menyempatkan untuk healing sebentar ke salah 1 spot yang baru dipugar, yang terletak di Jeddah. Namanya, Old Jeddah atau Jeddah lama. Destinasi ini belum banyak dijamah oleh turis, terutama jamaah Indonesia. Padahal, tiap sudut komplek Jeddah lama ini banyak spot bagus untuk difoto, ataupun melihat sejarah. Ada juga Masjid Syafi’i, yang diyakini sebagai Masjid tertua di Jeddah, dibangun pada tahun 1400an. Dan ada juga dermaga tempat bersejarah dahulu ketika jamaah haji kesini dengan kapal laut. Tiap sudutnya begitu cantik, beberapa masih tahap renovasi. Ada banyak pertokoan, mulai dari tekstil, souvenir, hingga makanan. Ada cafe hidden gem juga dengan nuansa Arab otentik. Yuk sholawat, biar bisa jalan jalan keliling dunia ❤️
Idk who needs to hear this, but cherish every moment you have in life! Hidup itu bener bener SESINGKAT ITU, fokuskan lebih kepada diri kamu dan lakukan hal baik 💕 hidup itu selamanya, tapi mati hanya sekali.
Udah ngerasa doa ibadah dllnya tapi belom juga keliatan? Coba dicek.. udah bener belum 😵💫🫣 #tanyawirda episode 5!
Madinah never fails me 💕🫶🏻 Tempat dimana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam berada, Siapa yang bercita-cita datang kesini? Pahala sholat di Masjid Nabawi itu lebih utama 1.000x sholat di Masjid lainnya. Sedangkan di Masjidil Haram, 100.000xnya daripada sholat di Masjid lain. Semoga temen temen bisa kesini 🫶🏻✨
This has been a memorable journey so far! Solo traveling staycation tapi Umroh 😂 Ternyata menyenangkan banget bisa me time di Tanah Suci ❤️ Sedikit rivyuw kereta cepat perjalanan Mekkah-Madnah niih guysseu! Didoain biar kalian cepet nyusul dan bisa nyobain juga 😍 Shollu ‘alaannabiy…
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
“Nggak, pokoknya aku mau jadi Pengusaha aja. Gak mau jadi Bu Nyai” celetuk guyonan gue beberapa tahun silam dengan Mamah. Oh iya, Bu Nyai itu, title yang melekat & familiar di dunia Pesantren, khususnya di daerah Jawa, diinterpretasikan sebagai “Istri Kyai” atau “Pemilik Pondok Pesantren”. Tumbuh kembang di lingkup Pesantren, membuat gue sangat akrab dengan dunia ini. Tapi, entah kenapa dari dulu selalu punya goals mau jadi Pengusaha aja, gak ada embel embel lain 😀 gak mau punya Pondok, gak mau ngajar. Sebetulnya karena ngerasa belum pantes aja sih, ngerasa masih sedikit ilmunya, hafalan juga gak seberapa, dan kok kayaknya kalau “di sana banget” malah jadi gak bisa kemana mana, berasa ruang lingkup terbatas. Daaan lain lain.. Tapi mungkin inilah doa orang tua ya, The Power of Doa Ayah Ibu 😄 Papah gue bercita cita tiap anaknya punya Pesantren masing-masing. Minimal, saat beliau masih hidup, masih berkesempatan buat liat 5 dari anaknya punya sekolah sendiri-sendiri. Ada DaQu Wirda, DaQu Qumii, DaQu Kun, DaQu Haafizh, DaQu Aisyah. Lengkap. Dan gue berkali-kali selalu bilang, “Gak mah, adik adik aja ya yang punya Pesantren. Aku enggak, aku mau usaha aja” Berkali-kali juga Papah mengingatkan, “Eh, cari keberkahan itu di Qur’an, jangan yang lain. Cari berkah itu ke Allah, bukan ke yang lain. Emang siapa yang ngasih rezeki? Kalau bukan Allah? Dan Pesantren itu pusatnya keberkahan. Justru dengan ada di sini, kamu narik magnet berkah, jadi bisa ngapa2in dan kemana aja..” Kata kata itu yang selalu lingering di otak gue, bertahun tahun. Dan luar biasa, gue berubah total. Total. Jadi jatuh cinta sama dunia Pesantren, lebih daripada dulu. Malah jadi mikir tiap hari, gimana cara mengembangkan Pesantren, bakat anak anak, dunia dapet, akhirat dapet. Memperbanyak diskusi dan minta diajarin sama Guru Guru di @daarul_mansur, Ust Doni, Ust Wawan, Ust Halimi, Ust Asep, Ust Rifai, beserta Guru Guru lainnya. Izin Allah, lahirlah Pesantren pertamaku & adik adikku, @daarul_mansur, belum ada satu tahun. Alhamdulillah murid udah nyentuh ratusan, mohon doa, mohon doa, mohon doa. Selamat Hari Santri #HariSantriNasional #PesantrenDaarulMansur
“Nggak, pokoknya aku mau jadi Pengusaha aja. Gak mau jadi Bu Nyai” celetuk guyonan gue beberapa tahun silam dengan Mamah. Oh iya, Bu Nyai itu, title yang melekat & familiar di dunia Pesantren, khususnya di daerah Jawa, diinterpretasikan sebagai “Istri Kyai” atau “Pemilik Pondok Pesantren”. Tumbuh kembang di lingkup Pesantren, membuat gue sangat akrab dengan dunia ini. Tapi, entah kenapa dari dulu selalu punya goals mau jadi Pengusaha aja, gak ada embel embel lain 😀 gak mau punya Pondok, gak mau ngajar. Sebetulnya karena ngerasa belum pantes aja sih, ngerasa masih sedikit ilmunya, hafalan juga gak seberapa, dan kok kayaknya kalau “di sana banget” malah jadi gak bisa kemana mana, berasa ruang lingkup terbatas. Daaan lain lain.. Tapi mungkin inilah doa orang tua ya, The Power of Doa Ayah Ibu 😄 Papah gue bercita cita tiap anaknya punya Pesantren masing-masing. Minimal, saat beliau masih hidup, masih berkesempatan buat liat 5 dari anaknya punya sekolah sendiri-sendiri. Ada DaQu Wirda, DaQu Qumii, DaQu Kun, DaQu Haafizh, DaQu Aisyah. Lengkap. Dan gue berkali-kali selalu bilang, “Gak mah, adik adik aja ya yang punya Pesantren. Aku enggak, aku mau usaha aja” Berkali-kali juga Papah mengingatkan, “Eh, cari keberkahan itu di Qur’an, jangan yang lain. Cari berkah itu ke Allah, bukan ke yang lain. Emang siapa yang ngasih rezeki? Kalau bukan Allah? Dan Pesantren itu pusatnya keberkahan. Justru dengan ada di sini, kamu narik magnet berkah, jadi bisa ngapa2in dan kemana aja..” Kata kata itu yang selalu lingering di otak gue, bertahun tahun. Dan luar biasa, gue berubah total. Total. Jadi jatuh cinta sama dunia Pesantren, lebih daripada dulu. Malah jadi mikir tiap hari, gimana cara mengembangkan Pesantren, bakat anak anak, dunia dapet, akhirat dapet. Memperbanyak diskusi dan minta diajarin sama Guru Guru di @daarul_mansur, Ust Doni, Ust Wawan, Ust Halimi, Ust Asep, Ust Rifai, beserta Guru Guru lainnya. Izin Allah, lahirlah Pesantren pertamaku & adik adikku, @daarul_mansur, belum ada satu tahun. Alhamdulillah murid udah nyentuh ratusan, mohon doa, mohon doa, mohon doa. Selamat Hari Santri #HariSantriNasional #PesantrenDaarulMansur
“Nggak, pokoknya aku mau jadi Pengusaha aja. Gak mau jadi Bu Nyai” celetuk guyonan gue beberapa tahun silam dengan Mamah. Oh iya, Bu Nyai itu, title yang melekat & familiar di dunia Pesantren, khususnya di daerah Jawa, diinterpretasikan sebagai “Istri Kyai” atau “Pemilik Pondok Pesantren”. Tumbuh kembang di lingkup Pesantren, membuat gue sangat akrab dengan dunia ini. Tapi, entah kenapa dari dulu selalu punya goals mau jadi Pengusaha aja, gak ada embel embel lain 😀 gak mau punya Pondok, gak mau ngajar. Sebetulnya karena ngerasa belum pantes aja sih, ngerasa masih sedikit ilmunya, hafalan juga gak seberapa, dan kok kayaknya kalau “di sana banget” malah jadi gak bisa kemana mana, berasa ruang lingkup terbatas. Daaan lain lain.. Tapi mungkin inilah doa orang tua ya, The Power of Doa Ayah Ibu 😄 Papah gue bercita cita tiap anaknya punya Pesantren masing-masing. Minimal, saat beliau masih hidup, masih berkesempatan buat liat 5 dari anaknya punya sekolah sendiri-sendiri. Ada DaQu Wirda, DaQu Qumii, DaQu Kun, DaQu Haafizh, DaQu Aisyah. Lengkap. Dan gue berkali-kali selalu bilang, “Gak mah, adik adik aja ya yang punya Pesantren. Aku enggak, aku mau usaha aja” Berkali-kali juga Papah mengingatkan, “Eh, cari keberkahan itu di Qur’an, jangan yang lain. Cari berkah itu ke Allah, bukan ke yang lain. Emang siapa yang ngasih rezeki? Kalau bukan Allah? Dan Pesantren itu pusatnya keberkahan. Justru dengan ada di sini, kamu narik magnet berkah, jadi bisa ngapa2in dan kemana aja..” Kata kata itu yang selalu lingering di otak gue, bertahun tahun. Dan luar biasa, gue berubah total. Total. Jadi jatuh cinta sama dunia Pesantren, lebih daripada dulu. Malah jadi mikir tiap hari, gimana cara mengembangkan Pesantren, bakat anak anak, dunia dapet, akhirat dapet. Memperbanyak diskusi dan minta diajarin sama Guru Guru di @daarul_mansur, Ust Doni, Ust Wawan, Ust Halimi, Ust Asep, Ust Rifai, beserta Guru Guru lainnya. Izin Allah, lahirlah Pesantren pertamaku & adik adikku, @daarul_mansur, belum ada satu tahun. Alhamdulillah murid udah nyentuh ratusan, mohon doa, mohon doa, mohon doa. Selamat Hari Santri #HariSantriNasional #PesantrenDaarulMansur
Kalau gue ditanya, “siapa wanita yang memberi kamu inspirasi?” jawabannya adalah, Siti Khadijah Radiyallahu anha. Sosok independent woman jauh sebelum independent woman bahkan jadi sesuatu saat ini. Pengusaha, cerdas, wanita pertama yang menerima ajaran Islam di zaman Rasul. Dan bahkan sebetulnya ibunda Siti Khadijah lho.. yang ngelamar Rasul duluan 🫶🏻 menandakan bahwa kita juga bisa make a first move nih girls hahaha 🫢 Dan peran beliau sangat besar dalam dakwah Nabi, karena hampir seluruh hartanya dipergunakan untuk mensupport suaminya, yaitu Rasulullah Saw dalam memperjuangkan Islam ❤️ Beliau mengajarkan gue bahwa setiap wanita punya kesempatan! Gak peduli mau janda, mau punya masa lalu, yang penting punya keimanan, keberanian, kemauan, dan keras sama apa apa yang merugikan diri sendiri, bahayain, pasti kalian bisa jadi wanita cemerlang 🌟 Siapa sosok wanita inspirasimu..?