Mau lebaran hari ini atau besok, yang penting: thr, nastar & opor ayam aman ✊🏻😂❤️ Eid Mubarak buat semuanya, mohon maaf lahir batin. Yang mau THR komen ya 🤪
Mau lebaran hari ini atau besok, yang penting: thr, nastar & opor ayam aman ✊🏻😂❤️ Eid Mubarak buat semuanya, mohon maaf lahir batin. Yang mau THR komen ya 🤪
Mau lebaran hari ini atau besok, yang penting: thr, nastar & opor ayam aman ✊🏻😂❤️ Eid Mubarak buat semuanya, mohon maaf lahir batin. Yang mau THR komen ya 🤪
Tentang bergantung sama Allah, Sama halnya kita naik pesawat dengan tenang tanpa kenal pilotnya, kenapa bisa kita ngerasa aman? Karena kita percaya, dan kita bersandar pada pilot. Kita paham, bahwa pilot adalah ahli, dan pasti bisa anter kita sampe tujuan. Simplenya, seberapa kamu percaya & bersandar, itulah ukuran bergantung kepada Sang pencipta. Lantas, apa yang harus dikhawatirkan? ☺️
me and my first love 💞💓💘 Al-Faatihah untuk semua Ayah di seluruh dunia..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
“Nggak, pokoknya aku mau jadi Pengusaha aja. Gak mau jadi Bu Nyai” celetuk guyonan gue beberapa tahun silam dengan Mamah. Oh iya, Bu Nyai itu, title yang melekat & familiar di dunia Pesantren, khususnya di daerah Jawa, diinterpretasikan sebagai “Istri Kyai” atau “Pemilik Pondok Pesantren”. Tumbuh kembang di lingkup Pesantren, membuat gue sangat akrab dengan dunia ini. Tapi, entah kenapa dari dulu selalu punya goals mau jadi Pengusaha aja, gak ada embel embel lain 😀 gak mau punya Pondok, gak mau ngajar. Sebetulnya karena ngerasa belum pantes aja sih, ngerasa masih sedikit ilmunya, hafalan juga gak seberapa, dan kok kayaknya kalau “di sana banget” malah jadi gak bisa kemana mana, berasa ruang lingkup terbatas. Daaan lain lain.. Tapi mungkin inilah doa orang tua ya, The Power of Doa Ayah Ibu 😄 Papah gue bercita cita tiap anaknya punya Pesantren masing-masing. Minimal, saat beliau masih hidup, masih berkesempatan buat liat 5 dari anaknya punya sekolah sendiri-sendiri. Ada DaQu Wirda, DaQu Qumii, DaQu Kun, DaQu Haafizh, DaQu Aisyah. Lengkap. Dan gue berkali-kali selalu bilang, “Gak mah, adik adik aja ya yang punya Pesantren. Aku enggak, aku mau usaha aja” Berkali-kali juga Papah mengingatkan, “Eh, cari keberkahan itu di Qur’an, jangan yang lain. Cari berkah itu ke Allah, bukan ke yang lain. Emang siapa yang ngasih rezeki? Kalau bukan Allah? Dan Pesantren itu pusatnya keberkahan. Justru dengan ada di sini, kamu narik magnet berkah, jadi bisa ngapa2in dan kemana aja..” Kata kata itu yang selalu lingering di otak gue, bertahun tahun. Dan luar biasa, gue berubah total. Total. Jadi jatuh cinta sama dunia Pesantren, lebih daripada dulu. Malah jadi mikir tiap hari, gimana cara mengembangkan Pesantren, bakat anak anak, dunia dapet, akhirat dapet. Memperbanyak diskusi dan minta diajarin sama Guru Guru di @daarul_mansur, Ust Doni, Ust Wawan, Ust Halimi, Ust Asep, Ust Rifai, beserta Guru Guru lainnya. Izin Allah, lahirlah Pesantren pertamaku & adik adikku, @daarul_mansur, belum ada satu tahun. Alhamdulillah murid udah nyentuh ratusan, mohon doa, mohon doa, mohon doa. Selamat Hari Santri #HariSantriNasional #PesantrenDaarulMansur
“Nggak, pokoknya aku mau jadi Pengusaha aja. Gak mau jadi Bu Nyai” celetuk guyonan gue beberapa tahun silam dengan Mamah. Oh iya, Bu Nyai itu, title yang melekat & familiar di dunia Pesantren, khususnya di daerah Jawa, diinterpretasikan sebagai “Istri Kyai” atau “Pemilik Pondok Pesantren”. Tumbuh kembang di lingkup Pesantren, membuat gue sangat akrab dengan dunia ini. Tapi, entah kenapa dari dulu selalu punya goals mau jadi Pengusaha aja, gak ada embel embel lain 😀 gak mau punya Pondok, gak mau ngajar. Sebetulnya karena ngerasa belum pantes aja sih, ngerasa masih sedikit ilmunya, hafalan juga gak seberapa, dan kok kayaknya kalau “di sana banget” malah jadi gak bisa kemana mana, berasa ruang lingkup terbatas. Daaan lain lain.. Tapi mungkin inilah doa orang tua ya, The Power of Doa Ayah Ibu 😄 Papah gue bercita cita tiap anaknya punya Pesantren masing-masing. Minimal, saat beliau masih hidup, masih berkesempatan buat liat 5 dari anaknya punya sekolah sendiri-sendiri. Ada DaQu Wirda, DaQu Qumii, DaQu Kun, DaQu Haafizh, DaQu Aisyah. Lengkap. Dan gue berkali-kali selalu bilang, “Gak mah, adik adik aja ya yang punya Pesantren. Aku enggak, aku mau usaha aja” Berkali-kali juga Papah mengingatkan, “Eh, cari keberkahan itu di Qur’an, jangan yang lain. Cari berkah itu ke Allah, bukan ke yang lain. Emang siapa yang ngasih rezeki? Kalau bukan Allah? Dan Pesantren itu pusatnya keberkahan. Justru dengan ada di sini, kamu narik magnet berkah, jadi bisa ngapa2in dan kemana aja..” Kata kata itu yang selalu lingering di otak gue, bertahun tahun. Dan luar biasa, gue berubah total. Total. Jadi jatuh cinta sama dunia Pesantren, lebih daripada dulu. Malah jadi mikir tiap hari, gimana cara mengembangkan Pesantren, bakat anak anak, dunia dapet, akhirat dapet. Memperbanyak diskusi dan minta diajarin sama Guru Guru di @daarul_mansur, Ust Doni, Ust Wawan, Ust Halimi, Ust Asep, Ust Rifai, beserta Guru Guru lainnya. Izin Allah, lahirlah Pesantren pertamaku & adik adikku, @daarul_mansur, belum ada satu tahun. Alhamdulillah murid udah nyentuh ratusan, mohon doa, mohon doa, mohon doa. Selamat Hari Santri #HariSantriNasional #PesantrenDaarulMansur
“Nggak, pokoknya aku mau jadi Pengusaha aja. Gak mau jadi Bu Nyai” celetuk guyonan gue beberapa tahun silam dengan Mamah. Oh iya, Bu Nyai itu, title yang melekat & familiar di dunia Pesantren, khususnya di daerah Jawa, diinterpretasikan sebagai “Istri Kyai” atau “Pemilik Pondok Pesantren”. Tumbuh kembang di lingkup Pesantren, membuat gue sangat akrab dengan dunia ini. Tapi, entah kenapa dari dulu selalu punya goals mau jadi Pengusaha aja, gak ada embel embel lain 😀 gak mau punya Pondok, gak mau ngajar. Sebetulnya karena ngerasa belum pantes aja sih, ngerasa masih sedikit ilmunya, hafalan juga gak seberapa, dan kok kayaknya kalau “di sana banget” malah jadi gak bisa kemana mana, berasa ruang lingkup terbatas. Daaan lain lain.. Tapi mungkin inilah doa orang tua ya, The Power of Doa Ayah Ibu 😄 Papah gue bercita cita tiap anaknya punya Pesantren masing-masing. Minimal, saat beliau masih hidup, masih berkesempatan buat liat 5 dari anaknya punya sekolah sendiri-sendiri. Ada DaQu Wirda, DaQu Qumii, DaQu Kun, DaQu Haafizh, DaQu Aisyah. Lengkap. Dan gue berkali-kali selalu bilang, “Gak mah, adik adik aja ya yang punya Pesantren. Aku enggak, aku mau usaha aja” Berkali-kali juga Papah mengingatkan, “Eh, cari keberkahan itu di Qur’an, jangan yang lain. Cari berkah itu ke Allah, bukan ke yang lain. Emang siapa yang ngasih rezeki? Kalau bukan Allah? Dan Pesantren itu pusatnya keberkahan. Justru dengan ada di sini, kamu narik magnet berkah, jadi bisa ngapa2in dan kemana aja..” Kata kata itu yang selalu lingering di otak gue, bertahun tahun. Dan luar biasa, gue berubah total. Total. Jadi jatuh cinta sama dunia Pesantren, lebih daripada dulu. Malah jadi mikir tiap hari, gimana cara mengembangkan Pesantren, bakat anak anak, dunia dapet, akhirat dapet. Memperbanyak diskusi dan minta diajarin sama Guru Guru di @daarul_mansur, Ust Doni, Ust Wawan, Ust Halimi, Ust Asep, Ust Rifai, beserta Guru Guru lainnya. Izin Allah, lahirlah Pesantren pertamaku & adik adikku, @daarul_mansur, belum ada satu tahun. Alhamdulillah murid udah nyentuh ratusan, mohon doa, mohon doa, mohon doa. Selamat Hari Santri #HariSantriNasional #PesantrenDaarulMansur
Quotes hari ini : Kalau ada orang yang ngomongin kamu di belakang, kamu nyamping aja, biar gak jadi diomongin di belakang lagi 😄
Seberapa kali kita jatuh, terpuruk, payah, pasti selalu ada momen dimana kita bahagia, berhasil, sukses, seneng, suka. Apa catatan yang bisa gue ambil? celebrate. Rayakan, sekecil apapun keberhasilanmu dalam hidup. Sesimple memenangkan perlombaan 17 Agustus. Atau, berhasil bangun pagi dan sholat subuh tepat waktu tanpa alarm. Berhasil mendaki gunung. Berhasil kejual barang dagangan, sekalipun itu cuma 1 pcs, dalam setahun, hehe. Whatever it is, you named it, but, celebrate it! Rayakanlah! Banyak orang yang tertunda kebahagiaannya, karena dia pikir berbahagia itu hanya saat semuanya baik-baik saja. Bahagia itu hanya saat semua lancar, tercapai, indah. Find the beauty in a storm, find your happiness in every places, create your own! 📝 Dalam perjalanan nulis naskah buku ke-7
Berada di antara ribuan bunga bunga 🌷 Salah satu spot yang gak boleh ketinggalan kalau berkunjung ke Singapura adalah tempat ini! Flower Dome, terletak di dalam area Garden by The Bay. Masuk sini gak gratis ya, kudu beli tiket. Saran mending beli online, sebab kalau on the spot suka ngantri, kecuali datangnya pagi pagi. Sepertinya hampir tiap saat, tema taman bunganya ganti ganti. Saat berkunjung kesini, passs lagi ada season Tulip. Ada beragam jenis bunga Tulip di dalam dome ini, lumayan ngobatin kangen sama Turki & Belanda, hehe. Jadi berasa jalan jalan di 3 Negara sekaligus, Singapura, Belanda & Turki 😄 Gue selalu suka bunga. Karena arti nama Wirda sendiri diambil dari kata Wardah, yaitu, bunga. Spesifiknya, bunga mawar. Tapi gak suka kalau dikasih bunga, soalnya suka sedih kalau bunganya layu 😂 Di dalam sini ada banyaaaak banget jenis bunga, yang bahkan belum pernah gue liat sebelumnya. Begitu beragam ciptaan Allah, dengan segala keunikannya. Yukkk sholawat, biar bisa jalan jalan kesini 👍❤️🌷
Berada di antara ribuan bunga bunga 🌷 Salah satu spot yang gak boleh ketinggalan kalau berkunjung ke Singapura adalah tempat ini! Flower Dome, terletak di dalam area Garden by The Bay. Masuk sini gak gratis ya, kudu beli tiket. Saran mending beli online, sebab kalau on the spot suka ngantri, kecuali datangnya pagi pagi. Sepertinya hampir tiap saat, tema taman bunganya ganti ganti. Saat berkunjung kesini, passs lagi ada season Tulip. Ada beragam jenis bunga Tulip di dalam dome ini, lumayan ngobatin kangen sama Turki & Belanda, hehe. Jadi berasa jalan jalan di 3 Negara sekaligus, Singapura, Belanda & Turki 😄 Gue selalu suka bunga. Karena arti nama Wirda sendiri diambil dari kata Wardah, yaitu, bunga. Spesifiknya, bunga mawar. Tapi gak suka kalau dikasih bunga, soalnya suka sedih kalau bunganya layu 😂 Di dalam sini ada banyaaaak banget jenis bunga, yang bahkan belum pernah gue liat sebelumnya. Begitu beragam ciptaan Allah, dengan segala keunikannya. Yukkk sholawat, biar bisa jalan jalan kesini 👍❤️🌷
Berada di antara ribuan bunga bunga 🌷 Salah satu spot yang gak boleh ketinggalan kalau berkunjung ke Singapura adalah tempat ini! Flower Dome, terletak di dalam area Garden by The Bay. Masuk sini gak gratis ya, kudu beli tiket. Saran mending beli online, sebab kalau on the spot suka ngantri, kecuali datangnya pagi pagi. Sepertinya hampir tiap saat, tema taman bunganya ganti ganti. Saat berkunjung kesini, passs lagi ada season Tulip. Ada beragam jenis bunga Tulip di dalam dome ini, lumayan ngobatin kangen sama Turki & Belanda, hehe. Jadi berasa jalan jalan di 3 Negara sekaligus, Singapura, Belanda & Turki 😄 Gue selalu suka bunga. Karena arti nama Wirda sendiri diambil dari kata Wardah, yaitu, bunga. Spesifiknya, bunga mawar. Tapi gak suka kalau dikasih bunga, soalnya suka sedih kalau bunganya layu 😂 Di dalam sini ada banyaaaak banget jenis bunga, yang bahkan belum pernah gue liat sebelumnya. Begitu beragam ciptaan Allah, dengan segala keunikannya. Yukkk sholawat, biar bisa jalan jalan kesini 👍❤️🌷
Berada di antara ribuan bunga bunga 🌷 Salah satu spot yang gak boleh ketinggalan kalau berkunjung ke Singapura adalah tempat ini! Flower Dome, terletak di dalam area Garden by The Bay. Masuk sini gak gratis ya, kudu beli tiket. Saran mending beli online, sebab kalau on the spot suka ngantri, kecuali datangnya pagi pagi. Sepertinya hampir tiap saat, tema taman bunganya ganti ganti. Saat berkunjung kesini, passs lagi ada season Tulip. Ada beragam jenis bunga Tulip di dalam dome ini, lumayan ngobatin kangen sama Turki & Belanda, hehe. Jadi berasa jalan jalan di 3 Negara sekaligus, Singapura, Belanda & Turki 😄 Gue selalu suka bunga. Karena arti nama Wirda sendiri diambil dari kata Wardah, yaitu, bunga. Spesifiknya, bunga mawar. Tapi gak suka kalau dikasih bunga, soalnya suka sedih kalau bunganya layu 😂 Di dalam sini ada banyaaaak banget jenis bunga, yang bahkan belum pernah gue liat sebelumnya. Begitu beragam ciptaan Allah, dengan segala keunikannya. Yukkk sholawat, biar bisa jalan jalan kesini 👍❤️🌷
Berada di antara ribuan bunga bunga 🌷 Salah satu spot yang gak boleh ketinggalan kalau berkunjung ke Singapura adalah tempat ini! Flower Dome, terletak di dalam area Garden by The Bay. Masuk sini gak gratis ya, kudu beli tiket. Saran mending beli online, sebab kalau on the spot suka ngantri, kecuali datangnya pagi pagi. Sepertinya hampir tiap saat, tema taman bunganya ganti ganti. Saat berkunjung kesini, passs lagi ada season Tulip. Ada beragam jenis bunga Tulip di dalam dome ini, lumayan ngobatin kangen sama Turki & Belanda, hehe. Jadi berasa jalan jalan di 3 Negara sekaligus, Singapura, Belanda & Turki 😄 Gue selalu suka bunga. Karena arti nama Wirda sendiri diambil dari kata Wardah, yaitu, bunga. Spesifiknya, bunga mawar. Tapi gak suka kalau dikasih bunga, soalnya suka sedih kalau bunganya layu 😂 Di dalam sini ada banyaaaak banget jenis bunga, yang bahkan belum pernah gue liat sebelumnya. Begitu beragam ciptaan Allah, dengan segala keunikannya. Yukkk sholawat, biar bisa jalan jalan kesini 👍❤️🌷
Berada di antara ribuan bunga bunga 🌷 Salah satu spot yang gak boleh ketinggalan kalau berkunjung ke Singapura adalah tempat ini! Flower Dome, terletak di dalam area Garden by The Bay. Masuk sini gak gratis ya, kudu beli tiket. Saran mending beli online, sebab kalau on the spot suka ngantri, kecuali datangnya pagi pagi. Sepertinya hampir tiap saat, tema taman bunganya ganti ganti. Saat berkunjung kesini, passs lagi ada season Tulip. Ada beragam jenis bunga Tulip di dalam dome ini, lumayan ngobatin kangen sama Turki & Belanda, hehe. Jadi berasa jalan jalan di 3 Negara sekaligus, Singapura, Belanda & Turki 😄 Gue selalu suka bunga. Karena arti nama Wirda sendiri diambil dari kata Wardah, yaitu, bunga. Spesifiknya, bunga mawar. Tapi gak suka kalau dikasih bunga, soalnya suka sedih kalau bunganya layu 😂 Di dalam sini ada banyaaaak banget jenis bunga, yang bahkan belum pernah gue liat sebelumnya. Begitu beragam ciptaan Allah, dengan segala keunikannya. Yukkk sholawat, biar bisa jalan jalan kesini 👍❤️🌷
Siang hari kemarin, dapet kemuliaan disamperin langsung oleh Pak Tom, Dubes RI di Singapura. Berdiskusi tentang kenapa Singapura bisa begitu maju, bersih, dan terkelola dengan baik dari infrastruktur, SDM, hingga masyarakatnya. Sambil ditraktir segelas es krim, di pinggir jalan Orchard Road 😀 Sementara dari segi pendidikan sendiri, Singapura yang notabene “negara kecil” hanya sebesar Jakarta, salah satu kampusnya, NUS, ada di antara 10 kampus terbaik se-DUNIA. Woww.. masya Allah.. Di sela diskusi, gue sempet mengajukan pertanyaan. “Dengan Singapura yang begitu maju, bagaimana kesempatan anak anak mudanya untuk mengejar karir?” Karena semakin maju, berarti semakin berat pula tekanan & standard yang ada. Tapi Pak Tom kemudian menjawab, bhw di Singapura sangat terbuka opportunities buat anak anak muda & masyarakat di sini. Mereka begitu disupport untuk bisa mikir, kerja keras, dan punya positive mindset. Salah satu berkahnya dengan tertatanya Singapura, Negara ini bahkan memberikan sekian Triliun buat warganya secara “cuma cuma”, kalau gak salah, sebulan dikasih 300 dollar atau 3jtaan 😄 Mayan yaa.. haha.. Challenge buat kita sbg anak muda Indo, ya harus semangat dan competitive, bukan gak mau kalah yaa.. tapi minimal bisa mengimbangi anak anak negeri tetangga, dan manca negara. In a way dengan keunikan kita sendiri, dan kemampuan kita. Singapore, 28 April 2023.
Siang hari kemarin, dapet kemuliaan disamperin langsung oleh Pak Tom, Dubes RI di Singapura. Berdiskusi tentang kenapa Singapura bisa begitu maju, bersih, dan terkelola dengan baik dari infrastruktur, SDM, hingga masyarakatnya. Sambil ditraktir segelas es krim, di pinggir jalan Orchard Road 😀 Sementara dari segi pendidikan sendiri, Singapura yang notabene “negara kecil” hanya sebesar Jakarta, salah satu kampusnya, NUS, ada di antara 10 kampus terbaik se-DUNIA. Woww.. masya Allah.. Di sela diskusi, gue sempet mengajukan pertanyaan. “Dengan Singapura yang begitu maju, bagaimana kesempatan anak anak mudanya untuk mengejar karir?” Karena semakin maju, berarti semakin berat pula tekanan & standard yang ada. Tapi Pak Tom kemudian menjawab, bhw di Singapura sangat terbuka opportunities buat anak anak muda & masyarakat di sini. Mereka begitu disupport untuk bisa mikir, kerja keras, dan punya positive mindset. Salah satu berkahnya dengan tertatanya Singapura, Negara ini bahkan memberikan sekian Triliun buat warganya secara “cuma cuma”, kalau gak salah, sebulan dikasih 300 dollar atau 3jtaan 😄 Mayan yaa.. haha.. Challenge buat kita sbg anak muda Indo, ya harus semangat dan competitive, bukan gak mau kalah yaa.. tapi minimal bisa mengimbangi anak anak negeri tetangga, dan manca negara. In a way dengan keunikan kita sendiri, dan kemampuan kita. Singapore, 28 April 2023.