❤️❤️Siap-siap untuk nonton serial terbaru saya bersama Netflix, ratu ratu queens: the series, yang baru saja diumumkan di #NextOnNetflix2025! @netflixid
❤️❤️Siap-siap untuk nonton serial terbaru saya bersama Netflix, ratu ratu queens: the series, yang baru saja diumumkan di #NextOnNetflix2025! @netflixid
❤️❤️Siap-siap untuk nonton serial terbaru saya bersama Netflix, ratu ratu queens: the series, yang baru saja diumumkan di #NextOnNetflix2025! @netflixid
❤️❤️Siap-siap untuk nonton serial terbaru saya bersama Netflix, ratu ratu queens: the series, yang baru saja diumumkan di #NextOnNetflix2025! @netflixid
“Kami telah melawan, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” – Nyai Ontosoroh Monolog NYAI ONTOSOROH 7 Februari 2025 19.30 WIB Di Pendopo Bupati Blora Pertunjukan ini adalah bagian dari gelaran Festival Se-Abad Pram yang akan berlangsung di Blora pada tanggal 6 – 8 Februari 2025. Persembahan Titimangsa bekerja sama dengan @indonesia_kaya. #SeAbadPram #PramoedyaAnantaToer
🌺 “Aku harus selalu tampil cantik, kata Tuan. Sebab pakaian kusut dan berantakan adalah cerminan dari perusahaan kusut, berantakan, dan tidak dapat dipercaya.” — Nyai Ontosoroh Segala yang melekat pada diri saya kemarin malam adalah puisi, tak terkecuali pakaian yang memperkuat cerminan tokoh Nyai Ontosoroh @hagaipakan telah membayangkan masa-masa ketika Nyai itu lahir. Bagaimana gaya berbusana dan warna kain seorang Nyai yang tidak umum. Dan jawaban pertanyaan itu saya sambut dengan menginsafi serta menghidupkannya dalam balutan kebaya dan kain batik yang indah ini. #seabadpram #fototidakdiedit
🌺 “Aku harus selalu tampil cantik, kata Tuan. Sebab pakaian kusut dan berantakan adalah cerminan dari perusahaan kusut, berantakan, dan tidak dapat dipercaya.” — Nyai Ontosoroh Segala yang melekat pada diri saya kemarin malam adalah puisi, tak terkecuali pakaian yang memperkuat cerminan tokoh Nyai Ontosoroh @hagaipakan telah membayangkan masa-masa ketika Nyai itu lahir. Bagaimana gaya berbusana dan warna kain seorang Nyai yang tidak umum. Dan jawaban pertanyaan itu saya sambut dengan menginsafi serta menghidupkannya dalam balutan kebaya dan kain batik yang indah ini. #seabadpram #fototidakdiedit
🌺 “Aku harus selalu tampil cantik, kata Tuan. Sebab pakaian kusut dan berantakan adalah cerminan dari perusahaan kusut, berantakan, dan tidak dapat dipercaya.” — Nyai Ontosoroh Segala yang melekat pada diri saya kemarin malam adalah puisi, tak terkecuali pakaian yang memperkuat cerminan tokoh Nyai Ontosoroh @hagaipakan telah membayangkan masa-masa ketika Nyai itu lahir. Bagaimana gaya berbusana dan warna kain seorang Nyai yang tidak umum. Dan jawaban pertanyaan itu saya sambut dengan menginsafi serta menghidupkannya dalam balutan kebaya dan kain batik yang indah ini. #seabadpram #fototidakdiedit
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Tak terlupakan. Terima kasih Blora #seabadpram
Bagi saya, pementasan kali ini bukan sekadar pementasan, tapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini… Saya berusaha menghidupkan kembali kata-kata Bung Pram lewat suara, gerak, dan ekspresi, semampu saya. Tak ada satu pun kalimat yang terlewat begitu saja. Semua saya resapi betul. Memang 8 tahun lalu monolog ini pernah saya mainkan, bahkan sebelumnya pun pernah, tapi tadi malam ada yang berbeda dan istimewa. Sebab saya memainkannya di kota kelahiran Bung Pram. Tepatnya di pendopo bupati blora @ariefrohman838 @bloraupdates Semoga Bung melihat dan senang…. Sejatinya spirit perjuanganmu terus bersama hati banyak orang, Bung. #seabadpram @infotitimangsa @indonesia_kaya @pramoedyaanantatoer_foundation @berandarakyatgaruda Sutradara @wawansofwan65 Penata busana @hagaipakan Penata suara @imam.maulana_777 Penata rias @tresnatj Kawan sepenanggungan @panggil_tia @haikalmubarok @aziz_azthar @marria.m_
Bagi saya, pementasan kali ini bukan sekadar pementasan, tapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini… Saya berusaha menghidupkan kembali kata-kata Bung Pram lewat suara, gerak, dan ekspresi, semampu saya. Tak ada satu pun kalimat yang terlewat begitu saja. Semua saya resapi betul. Memang 8 tahun lalu monolog ini pernah saya mainkan, bahkan sebelumnya pun pernah, tapi tadi malam ada yang berbeda dan istimewa. Sebab saya memainkannya di kota kelahiran Bung Pram. Tepatnya di pendopo bupati blora @ariefrohman838 @bloraupdates Semoga Bung melihat dan senang…. Sejatinya spirit perjuanganmu terus bersama hati banyak orang, Bung. #seabadpram @infotitimangsa @indonesia_kaya @pramoedyaanantatoer_foundation @berandarakyatgaruda Sutradara @wawansofwan65 Penata busana @hagaipakan Penata suara @imam.maulana_777 Penata rias @tresnatj Kawan sepenanggungan @panggil_tia @haikalmubarok @aziz_azthar @marria.m_
Bagi saya, pementasan kali ini bukan sekadar pementasan, tapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini… Saya berusaha menghidupkan kembali kata-kata Bung Pram lewat suara, gerak, dan ekspresi, semampu saya. Tak ada satu pun kalimat yang terlewat begitu saja. Semua saya resapi betul. Memang 8 tahun lalu monolog ini pernah saya mainkan, bahkan sebelumnya pun pernah, tapi tadi malam ada yang berbeda dan istimewa. Sebab saya memainkannya di kota kelahiran Bung Pram. Tepatnya di pendopo bupati blora @ariefrohman838 @bloraupdates Semoga Bung melihat dan senang…. Sejatinya spirit perjuanganmu terus bersama hati banyak orang, Bung. #seabadpram @infotitimangsa @indonesia_kaya @pramoedyaanantatoer_foundation @berandarakyatgaruda Sutradara @wawansofwan65 Penata busana @hagaipakan Penata suara @imam.maulana_777 Penata rias @tresnatj Kawan sepenanggungan @panggil_tia @haikalmubarok @aziz_azthar @marria.m_
Bagi saya, pementasan kali ini bukan sekadar pementasan, tapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini… Saya berusaha menghidupkan kembali kata-kata Bung Pram lewat suara, gerak, dan ekspresi, semampu saya. Tak ada satu pun kalimat yang terlewat begitu saja. Semua saya resapi betul. Memang 8 tahun lalu monolog ini pernah saya mainkan, bahkan sebelumnya pun pernah, tapi tadi malam ada yang berbeda dan istimewa. Sebab saya memainkannya di kota kelahiran Bung Pram. Tepatnya di pendopo bupati blora @ariefrohman838 @bloraupdates Semoga Bung melihat dan senang…. Sejatinya spirit perjuanganmu terus bersama hati banyak orang, Bung. #seabadpram @infotitimangsa @indonesia_kaya @pramoedyaanantatoer_foundation @berandarakyatgaruda Sutradara @wawansofwan65 Penata busana @hagaipakan Penata suara @imam.maulana_777 Penata rias @tresnatj Kawan sepenanggungan @panggil_tia @haikalmubarok @aziz_azthar @marria.m_
Bagi saya, pementasan kali ini bukan sekadar pementasan, tapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini… Saya berusaha menghidupkan kembali kata-kata Bung Pram lewat suara, gerak, dan ekspresi, semampu saya. Tak ada satu pun kalimat yang terlewat begitu saja. Semua saya resapi betul. Memang 8 tahun lalu monolog ini pernah saya mainkan, bahkan sebelumnya pun pernah, tapi tadi malam ada yang berbeda dan istimewa. Sebab saya memainkannya di kota kelahiran Bung Pram. Tepatnya di pendopo bupati blora @ariefrohman838 @bloraupdates Semoga Bung melihat dan senang…. Sejatinya spirit perjuanganmu terus bersama hati banyak orang, Bung. #seabadpram @infotitimangsa @indonesia_kaya @pramoedyaanantatoer_foundation @berandarakyatgaruda Sutradara @wawansofwan65 Penata busana @hagaipakan Penata suara @imam.maulana_777 Penata rias @tresnatj Kawan sepenanggungan @panggil_tia @haikalmubarok @aziz_azthar @marria.m_
Bagi saya, pementasan kali ini bukan sekadar pementasan, tapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini… Saya berusaha menghidupkan kembali kata-kata Bung Pram lewat suara, gerak, dan ekspresi, semampu saya. Tak ada satu pun kalimat yang terlewat begitu saja. Semua saya resapi betul. Memang 8 tahun lalu monolog ini pernah saya mainkan, bahkan sebelumnya pun pernah, tapi tadi malam ada yang berbeda dan istimewa. Sebab saya memainkannya di kota kelahiran Bung Pram. Tepatnya di pendopo bupati blora @ariefrohman838 @bloraupdates Semoga Bung melihat dan senang…. Sejatinya spirit perjuanganmu terus bersama hati banyak orang, Bung. #seabadpram @infotitimangsa @indonesia_kaya @pramoedyaanantatoer_foundation @berandarakyatgaruda Sutradara @wawansofwan65 Penata busana @hagaipakan Penata suara @imam.maulana_777 Penata rias @tresnatj Kawan sepenanggungan @panggil_tia @haikalmubarok @aziz_azthar @marria.m_