Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍
Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk @sigma.hub @cakraabhipraya yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut serta dan menjadi bagian dari kegiatan ini. An unforgettable and valuable experience, words cannot describe. Allow me to share beberapa pengalaman dan pelajaran selama aku di Wamena, Papua 🙂 Adik adik disana yg bikin aku jatuh cinta dgn Papua. Mereka mempunyai banyak kelebihan: mata yang tajam, kemampuan navigasi luar biasa meski tanpa lampu, alas kaki, atau pun jam. Melihat mereka semangat, rajin, dan punya cita-cita tinggi memberi banyak harapan. People there are strong inside out. Their feet have also become so strong that walking barefoot doesn’t seem to be a struggle. Tentunya, anak2 hebat pasti didukung oleh para mama yang tdk kalah kuat. Utk menjual dagangan, mrk hrs jln 3 jam ke kota sambil memikul ubi dan menggendong anak. Even in sickness they’d still walk a distance of three hours utk ke puskesmas. With every limitations they endure, msh saja aku melihat mrk gigih dan penuh semangat. Bnr2 membuat aku kagum. Alam Papua sangat indah. Dari turun pesawat, we were directly spoilt with it. Bnr2 memanjakan mata sekali. Tanah Papua seperti lukisan yang diciptakan tuhan and the view everywhere is amazing. Papeda, udang, ayam asap were also all delicious 😛 Melihat ciptaan Allah dgn kehebatanNya masing-masing bikin aku takjub dgn cara tuhan dan alam bekerja. Byk yg pikir Wamena berbahaya dan penuh konflik, tp selama aku disana Alhamdulillah aman bgt. Masyarakatnya menyenangkan and welcomed us with open arms. Tentu dgn bantuan tim cakra& tmn lokal. So easy for us to take things for granted. Listrik, air, transportasi. disana ga mudah sementara disini menjadi keseharian kita. Jadi auto malu karena suka ngeluh soal hal-hal kecil. Be grateful, starting with little things around us. Adik-adik di Wamena yg selalu semangat dalam segala situasi menginspirasi aku to become better & Papua membuka mata bahwa Indonesia pny byk keindahan alam & budaya yang luar biasa but still need our help. Yukk, kita byk bantu, byk syukur terutama kita yg yg lbh beruntung. Mulai dari diri kita sendiri, utk mencontoh adik2 yg tdk putus semangat. Stay postive everyone!🤍