Ramon Y. Tungka Instagram – :
Dapat dipastikan bahwa memilih menu berbuka jauh lebih susah dibanding memilih menu sahur.
Oleh sebab perut tak dimanja selama berjam-jam, maka sekalinya berbuka, rasanya ingin melahap semuanya. Pembalasan.
Namun, selain impak kekenyangan yang tidak sehat, gunungan sampah plastik pun berpotensi tak bisa dihindari. Dampak buasnya pembalasan.
Dibutuhkan kecermatan memilih dan memilah menu serta keperluan selama bulan Ramadan, kawan.
Alangkah lebih bijak bila membawa wadah & alat makan sendiri ketika membeli ta’jil. Namun setidaknya cukup dengan mampu menahan nafsu lapar mata menjelang berbuka, kita dapat meminimalisir potensi timbunan sampah plastik sekali pakai yang berasal dari pembungkus aneka ta’jil.
Tak perlu semua dibeli dan dilahap sekaligus sebagai wujud pembalasan. Bukankah masih ada 4 minggu lagi untuk mencoba varian ta’jil lainnya?
***
Foto diatas dapat menjadi sebuah inspirasi. Menampilkan bubur tradisional khas Bali yang berbahan dasar olahan hasil bumi dan disajikan pula secara alami. Tentu bisa diolah kembali, sehingga tak menghasilkan sampah.
Sobat Bumi, dalam ajaran manapun, kiranya apapun makanan didepan kita, wajib disyukuri dan dihabiskan. Menikmati dengan sederhana & secukupnya. Lantas bersyukur sebesar-besarnya.
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah. Tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh Allah tak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
***
Semoga kita diberkahi kenikmatan dan kekhusyukan dalam beribadah puasa, dan Inshallah dapat mewujudkan Ramadan yang lebih sehat dan tetap ramah lingkungan.
#sayapilihbumi
#nationalgeographicindonesia
#sayapejalanbijak | Posted on 13/Mar/2024 16:20:40



