12 tahun silam, gue berafirmasi pengen keliling dunia, gratis, dengan fasilitas terbaik. Gak ngerti gimana caranya, mulainya darimana, pokoknya berangkat dari impian. Beruntungnya gue, punya Papah yang bisa mengarahkan, dan pada saat itulah, Papah mengenalkan gue ilmu “sholawatin aja”. Wirda kecil, dengan semangatnya pergi ke toko buku dan membeli peta dunia. Peta dunia itu kemudian ditempel di kamar tidur, dan beberapa Negara, gue lingkarin plus ditulis: “InsyaaAllah bisa kesini” Bangun tidur sampai tidur lagi, ngeliat peta dunia, sholawatin terus. Sesimpel : “Allahumma sholli ‘alaa Muhammad” Prinsipnya sih, kalau kita doa tanpa sholawat aja diperbolehkan dan insyaaAllah diterima. Masa kalau ditambah doanya pake sholawat, jadi gak boleh? Mau orang ngomong apa kek, ya dengan nggak bersholawat justru kita yang merugi. Tentu, segala niat karena Allah. Minta Allah bimbing, “Ya Allah, saya punya hajat, punya cita cita, punya impian, barengin saya dong.. di proses saya.“ Lalu tutup dengan sholawat. Oke yaa? Banyakin sholawat. – Catatan Riyadh, 26 Oktober 2024 Kembali diundang ke Arab Saudi oleh Kementerian Media Saudi, nanti kita cerita khusus soal ini 😀
kali kali ngepost yang ga serius dulu yaaa 😂✌🏻 bismillah manifest yang baik baik, gak ada yang kecepetan atau terlambat, yang ada cuma ayo kita berusaha & Allah tahu yang terbaik 🤗
kali kali ngepost yang ga serius dulu yaaa 😂✌🏻 bismillah manifest yang baik baik, gak ada yang kecepetan atau terlambat, yang ada cuma ayo kita berusaha & Allah tahu yang terbaik 🤗
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
SEBERAPA HALU KAMU? 😆 Dulu, gue sering bulak balik toko buku dan bengong di depan etalase kaca tokonya yang megah, berjejer buku best seller di raknya. Rasanya, jangankan punya karya, bisa nulis buku aja kayaknya ga mungkin 😭 Gue cuma bisa sholawatin, sambil bergumam: “suatu saat nanti, insyaaAllah buku gue yang ada di sini” 😊 2016, berarti 4 tahun setelahnya, adalah tahun pertama gue mencetak karya perdana (bisa dilihat fotonya masih culun banget 😂) diluar dugaan, launching perdana saat itu diadakan di Gramedia Margonda, dan yang dateng sampe antre keluar toko saking gak muat! 😭💓 Semenjak itu, tiap tahun gue punya goals “satu tahun satu buku”. Kemudian, covid melanda. Hamdalahnya, sebelum covid, gue masih diberikan kesempatan oleh Allah utk launching buku ke-5 dulu di JCC Senayan, buku Unlimited You. Dan MaasyaAllah.. ribuan orang yang hadir saat itu 🥹💓 Bismillah.. Buku ke-7 ini, berjudul Unbreakble: Grow From Pain, Grow Stronger. Entah kenapa, gue selalu merasa, para pembaca & penikmat buku gue ikut beranjak dewasa bersama gue. Kita bergerak bareng, menyaksikan banyak hal bareng, dan mungkin sebagian dari kalian ada yang ngerasa tulisan gue makin kesini makin mateng 😂 karena makin banyak pengalaman hidup dan ada aja gebrakannya kalau kata netijen mah 🤣 Apapun itu, gue selalu bersyukur dan ambil hikmahnya! Ini adalah karya PERTAMA gue yang bismillah gue buat secara independen tanpa penerbit. Mohon doanya yaa, semoga kedepan (siapa tau) dipercaya sama Allah punya penerbitan sendiri. Dan bisa memfasilitasi teman teman untuk berkarya juga! 😍 Btw, karena ini perdana tanpa penerbit, mungkin jumlah cetaknya akan dibuat eksklusif alias terbatas dulu. More or less, 1000an eksemplar. Jadi siap siap NGE WAR sih 🔥 Now, please vote! A atau B? Komen sebanyak banyaknya, plus dari perspektif kalian, apa alasannya pilih itu? InsyaaAllah komentar terpilih dikirimin buku Unbreakble gratis ttd! hihii..
DAN SEMUANYA GRATIS 😭 Kami gak ada keluar biaya apapun, tiket penerbangan, visa, hotel, total trip ke Saudi selama 8 hari, menjadi tamu Allah di Mekkah Al-Mukarromah, juga tamu undangan Kerajaan Saudi, di Riyadh 🥹 Prinsip kita berdua : Seluruh dunia gak perlu tau susah sedihnya kita, tapi insyaaAllah keyakinan kita tinggi, Allah pasti memiliki jawaban indah di setiap penantian dan proses kita 😊 Banyak melalui proses ini itu, sedemikian rupa pelajaran hidup, andai setiap orang tahu wujud buah kesabarannya apa sejak awal, pastilah orang berlomba lomba untuk bersabar 😊 itulah seninya sabar & takwa, dalam setiap ujian, kita “terpaksa” selalu khusnudzhon, walaupun perih, sakit, sedih, dan gak tau sampai kapan harus terus bersabar… Ternyata bener kata Allah, sabar itu hadiahnya indah, dan Allah bersama orang yang sabar lop lop u Syif @syxfxp
btw, ada saran enaknya kapan yaaa buka PO buku ke 7? 😆
btw, ada saran enaknya kapan yaaa buka PO buku ke 7? 😆
what makes you happy? making friends, creating memories, traveling 😊 📍 Souk Al Zal, Riyadh 🇸🇦
Fun fact yang mungkin orang belum tau, gue dulu pernah bercita cita pengen jadi diplomat 😀 alasannya? Karena seneng aja bisa tinggal pindah pindah Negara 😂 dan hampir di setiap kunjungan ke luar Negeri saat menemani bokap safari dakwah, pasti silaturahim ke KBRI setempat, sambil sholawat 😊 Alhamdulillah pada kesempatan kali ini di Riyadh, kami dipersilakan untuk berkunjung ke KBRI Riyadh dan bertemu langsung dengan Dr. Abdul Aziz Ahmad, Pak Dubes Indonesia di Riyadh. Kami berbincang cukup lama, mengalir dan asyik. Diluar dugaan, Pak Dubes pernah ada catatan sejarah dengan keluarga gue 😀 yakni, pernah menulis tentang Ulama Betawi, buyutku, KH Mansur. Yang memang dikenal sbg Ulama Besar Betawi pada zamannya, yang menguasai ilmu falak atau ilmu hisab, yg kita kenal sebagai diantaranya: penentu kapan bulan puasa, idul fitri, idul adha, dilaksanakan. Dr. Abdul Aziz muda, saat menulis ttg Guru Mansur, pernah ‘nempel’ dengan Kakekku, Ayah Uci, di Jembatan Lima. Subhanallah.. Terima Kasih @indonesiainriyadh atas jamuannya 🙏🏻
Fun fact yang mungkin orang belum tau, gue dulu pernah bercita cita pengen jadi diplomat 😀 alasannya? Karena seneng aja bisa tinggal pindah pindah Negara 😂 dan hampir di setiap kunjungan ke luar Negeri saat menemani bokap safari dakwah, pasti silaturahim ke KBRI setempat, sambil sholawat 😊 Alhamdulillah pada kesempatan kali ini di Riyadh, kami dipersilakan untuk berkunjung ke KBRI Riyadh dan bertemu langsung dengan Dr. Abdul Aziz Ahmad, Pak Dubes Indonesia di Riyadh. Kami berbincang cukup lama, mengalir dan asyik. Diluar dugaan, Pak Dubes pernah ada catatan sejarah dengan keluarga gue 😀 yakni, pernah menulis tentang Ulama Betawi, buyutku, KH Mansur. Yang memang dikenal sbg Ulama Besar Betawi pada zamannya, yang menguasai ilmu falak atau ilmu hisab, yg kita kenal sebagai diantaranya: penentu kapan bulan puasa, idul fitri, idul adha, dilaksanakan. Dr. Abdul Aziz muda, saat menulis ttg Guru Mansur, pernah ‘nempel’ dengan Kakekku, Ayah Uci, di Jembatan Lima. Subhanallah.. Terima Kasih @indonesiainriyadh atas jamuannya 🙏🏻
Fun fact yang mungkin orang belum tau, gue dulu pernah bercita cita pengen jadi diplomat 😀 alasannya? Karena seneng aja bisa tinggal pindah pindah Negara 😂 dan hampir di setiap kunjungan ke luar Negeri saat menemani bokap safari dakwah, pasti silaturahim ke KBRI setempat, sambil sholawat 😊 Alhamdulillah pada kesempatan kali ini di Riyadh, kami dipersilakan untuk berkunjung ke KBRI Riyadh dan bertemu langsung dengan Dr. Abdul Aziz Ahmad, Pak Dubes Indonesia di Riyadh. Kami berbincang cukup lama, mengalir dan asyik. Diluar dugaan, Pak Dubes pernah ada catatan sejarah dengan keluarga gue 😀 yakni, pernah menulis tentang Ulama Betawi, buyutku, KH Mansur. Yang memang dikenal sbg Ulama Besar Betawi pada zamannya, yang menguasai ilmu falak atau ilmu hisab, yg kita kenal sebagai diantaranya: penentu kapan bulan puasa, idul fitri, idul adha, dilaksanakan. Dr. Abdul Aziz muda, saat menulis ttg Guru Mansur, pernah ‘nempel’ dengan Kakekku, Ayah Uci, di Jembatan Lima. Subhanallah.. Terima Kasih @indonesiainriyadh atas jamuannya 🙏🏻
Fun fact yang mungkin orang belum tau, gue dulu pernah bercita cita pengen jadi diplomat 😀 alasannya? Karena seneng aja bisa tinggal pindah pindah Negara 😂 dan hampir di setiap kunjungan ke luar Negeri saat menemani bokap safari dakwah, pasti silaturahim ke KBRI setempat, sambil sholawat 😊 Alhamdulillah pada kesempatan kali ini di Riyadh, kami dipersilakan untuk berkunjung ke KBRI Riyadh dan bertemu langsung dengan Dr. Abdul Aziz Ahmad, Pak Dubes Indonesia di Riyadh. Kami berbincang cukup lama, mengalir dan asyik. Diluar dugaan, Pak Dubes pernah ada catatan sejarah dengan keluarga gue 😀 yakni, pernah menulis tentang Ulama Betawi, buyutku, KH Mansur. Yang memang dikenal sbg Ulama Besar Betawi pada zamannya, yang menguasai ilmu falak atau ilmu hisab, yg kita kenal sebagai diantaranya: penentu kapan bulan puasa, idul fitri, idul adha, dilaksanakan. Dr. Abdul Aziz muda, saat menulis ttg Guru Mansur, pernah ‘nempel’ dengan Kakekku, Ayah Uci, di Jembatan Lima. Subhanallah.. Terima Kasih @indonesiainriyadh atas jamuannya 🙏🏻
Fun fact yang mungkin orang belum tau, gue dulu pernah bercita cita pengen jadi diplomat 😀 alasannya? Karena seneng aja bisa tinggal pindah pindah Negara 😂 dan hampir di setiap kunjungan ke luar Negeri saat menemani bokap safari dakwah, pasti silaturahim ke KBRI setempat, sambil sholawat 😊 Alhamdulillah pada kesempatan kali ini di Riyadh, kami dipersilakan untuk berkunjung ke KBRI Riyadh dan bertemu langsung dengan Dr. Abdul Aziz Ahmad, Pak Dubes Indonesia di Riyadh. Kami berbincang cukup lama, mengalir dan asyik. Diluar dugaan, Pak Dubes pernah ada catatan sejarah dengan keluarga gue 😀 yakni, pernah menulis tentang Ulama Betawi, buyutku, KH Mansur. Yang memang dikenal sbg Ulama Besar Betawi pada zamannya, yang menguasai ilmu falak atau ilmu hisab, yg kita kenal sebagai diantaranya: penentu kapan bulan puasa, idul fitri, idul adha, dilaksanakan. Dr. Abdul Aziz muda, saat menulis ttg Guru Mansur, pernah ‘nempel’ dengan Kakekku, Ayah Uci, di Jembatan Lima. Subhanallah.. Terima Kasih @indonesiainriyadh atas jamuannya 🙏🏻
Fun fact yang mungkin orang belum tau, gue dulu pernah bercita cita pengen jadi diplomat 😀 alasannya? Karena seneng aja bisa tinggal pindah pindah Negara 😂 dan hampir di setiap kunjungan ke luar Negeri saat menemani bokap safari dakwah, pasti silaturahim ke KBRI setempat, sambil sholawat 😊 Alhamdulillah pada kesempatan kali ini di Riyadh, kami dipersilakan untuk berkunjung ke KBRI Riyadh dan bertemu langsung dengan Dr. Abdul Aziz Ahmad, Pak Dubes Indonesia di Riyadh. Kami berbincang cukup lama, mengalir dan asyik. Diluar dugaan, Pak Dubes pernah ada catatan sejarah dengan keluarga gue 😀 yakni, pernah menulis tentang Ulama Betawi, buyutku, KH Mansur. Yang memang dikenal sbg Ulama Besar Betawi pada zamannya, yang menguasai ilmu falak atau ilmu hisab, yg kita kenal sebagai diantaranya: penentu kapan bulan puasa, idul fitri, idul adha, dilaksanakan. Dr. Abdul Aziz muda, saat menulis ttg Guru Mansur, pernah ‘nempel’ dengan Kakekku, Ayah Uci, di Jembatan Lima. Subhanallah.. Terima Kasih @indonesiainriyadh atas jamuannya 🙏🏻
5 days in Riyadh 🥺❤️ MasyaaAllah, Terima Kasih kepada Kementerian Media Arab Saudi untuk undangan, hospitality, dan pengalamannya yang luar biasa! Mengubah banyak perspektif tentang Saudi, dan ternya banyak sekali keseruan yang bisa di explore di sini 🙌🏻 yuk sholawatin yuukk, biar bisa ke Riyadh~
friendship in Riyadh ❤️ @adiba.knza @syxfxp
Seneng banget hari pertama di Riyadh, langsung hadir ke event Internasional Riyadh Season! 😍 acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Media Arab Saudi, yang berlangsung selama 49 hari dan diikuti 9 Negara. Dan Alhamdulillah kita ber-11 influencers dari Indonesia yang diundang Kerajaan Saudi untuk memeriahkan festival Indonesia di acara ini ❤️ more days to come, let’s go! Jangan lupa sholawatnya~
Manifest bisa kemana aja, di bumiNya Allah 🙌🏻 sementara yang liat postingan ini, jalan jalan virtual dulu ya hehe.. Di sela sela padatnya acara Kementerian Media Arab Saudi kali ini, menyempatkan diri untuk melipir sejenak ke pasar antik yang sudah dipercantik di kawasan Al-Dirah, Riyadh. Pasar ini bernama Souk Al Zal, merupakan pasar tertua di Riyadh, dikenal menjual barang antik, perhiasan, pakaian tradisional, dan kerajinan tangan. Tempat ini langganannya turis seluruh dunia, pasti nyempetin dateng dan foto foto di sini. Jangan lupa pake baju yang demure dan cutesy ya, karena tiap sudutnya cantiikk banget! Siap siap buat foto yang bagus 📸 Jangan lupa sholawatnya~
Manifest bisa kemana aja, di bumiNya Allah 🙌🏻 sementara yang liat postingan ini, jalan jalan virtual dulu ya hehe.. Di sela sela padatnya acara Kementerian Media Arab Saudi kali ini, menyempatkan diri untuk melipir sejenak ke pasar antik yang sudah dipercantik di kawasan Al-Dirah, Riyadh. Pasar ini bernama Souk Al Zal, merupakan pasar tertua di Riyadh, dikenal menjual barang antik, perhiasan, pakaian tradisional, dan kerajinan tangan. Tempat ini langganannya turis seluruh dunia, pasti nyempetin dateng dan foto foto di sini. Jangan lupa pake baju yang demure dan cutesy ya, karena tiap sudutnya cantiikk banget! Siap siap buat foto yang bagus 📸 Jangan lupa sholawatnya~
Manifest bisa kemana aja, di bumiNya Allah 🙌🏻 sementara yang liat postingan ini, jalan jalan virtual dulu ya hehe.. Di sela sela padatnya acara Kementerian Media Arab Saudi kali ini, menyempatkan diri untuk melipir sejenak ke pasar antik yang sudah dipercantik di kawasan Al-Dirah, Riyadh. Pasar ini bernama Souk Al Zal, merupakan pasar tertua di Riyadh, dikenal menjual barang antik, perhiasan, pakaian tradisional, dan kerajinan tangan. Tempat ini langganannya turis seluruh dunia, pasti nyempetin dateng dan foto foto di sini. Jangan lupa pake baju yang demure dan cutesy ya, karena tiap sudutnya cantiikk banget! Siap siap buat foto yang bagus 📸 Jangan lupa sholawatnya~
Manifest bisa kemana aja, di bumiNya Allah 🙌🏻 sementara yang liat postingan ini, jalan jalan virtual dulu ya hehe.. Di sela sela padatnya acara Kementerian Media Arab Saudi kali ini, menyempatkan diri untuk melipir sejenak ke pasar antik yang sudah dipercantik di kawasan Al-Dirah, Riyadh. Pasar ini bernama Souk Al Zal, merupakan pasar tertua di Riyadh, dikenal menjual barang antik, perhiasan, pakaian tradisional, dan kerajinan tangan. Tempat ini langganannya turis seluruh dunia, pasti nyempetin dateng dan foto foto di sini. Jangan lupa pake baju yang demure dan cutesy ya, karena tiap sudutnya cantiikk banget! Siap siap buat foto yang bagus 📸 Jangan lupa sholawatnya~
Gak nyangka bisa kembali diundang untuk kedua kalinya oleh Kerajaan Saudi, melalui Kementerian Medianya, paska Haji kemarin. Dijemput super vvip sedari turun Pesawat, subhanallah… fabi ayyi alaa irobbikuma tukadziban.. 🥹 Undangan kali ini untuk event Global Harmony, yang diselenggarakan oleh Kementerian Media Saudi. Tujuannya untuk memperkenalkan kultur & budaya berbagai Negara bagi masyarakat Saudi maupun Internasional melalui acara festival 🤩 Btw, Negara yang ikut festival ini diantaranya : ada Indonesia, Sudan, India, Mesir, dan 9 Negara lainnya termasuk PALESTINA 🔥😍 MasyaAllah super gak sabar buat lihat dan ikutin rangkaian acara selama di Riyadh! Jangan lupa sholawatnya~