Congratulations on your Master’s degree, my husband @ananghijau . Seeing your hard work pay off is my biggest pride. Love you! 🎓❤️
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Hari ini aku bener2 melihat @ananghijau yg berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat km menggali potensi lain yg ada di diri km.. aku tau dari awal ketemu, ngobrol panjang bahas apa pun A sampai Z km paham. saat itu di awal km blg cuma lulusan SMA.. aku sempet berfikir ternyata orang cerdas itu nggak selalu harus sekolah tinggi, belajar bisa dimana aja dan asal ada kemauan.. tapi nggak sampai situ, km punya pikiran lain dan karena melihat aku di awal nikah ambil S2 km bilang mau sekolah lagi ambil S1, dan setelah lulus km merasa ternyata pintar aja nggak cukup, dengan sekolah banyak mengajarkan kita hal2 lain.. Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik, tapi kuliah itu ibarat memberi “wadah” dan “struktur” pada semua kepintaran yang sudah kita punya. Dari “Tahu” Menjadi “Sistematis” Bedanya: Kita nggak cuma tahu “apa” yang berhasil, tapi kita paham “kenapa” itu bisa berhasil secara teori. Ini membuat kita bisa mengulang kesuksesan tersebut di bidang lain dengan pola yang lebih terukur. Melatih “Critical Thinking” Kuliah memaksa kita untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Kita ditantang oleh dosen atau literatur untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (perspektif). Bedanya: Kita jadi lebih objektif dan nggak gampang kemakan hoaks atau opini orang, karena terbiasa mencari data dan bukti sebelum menyimpulkan sesuatu. Ibarat nya kita udah punya “Bensin” (bakat & kerja keras) dan “Mobil” (pengalaman) yang hebat. Nah Kuliah itu fungsinya seperti “GPS” dan “Sistem Navigasi” Tanpa kuliah pun kita sudah sampai ke tujuan, tapi dengan kuliah, kita jadi tahu jalan pintasnya, tahu cara memperbaiki mesinnya kalau rusak, dan tahu cara mengendarainya dengan lebih efisien. Jadi, gelar itu bukan cuma pajangan, tapi simbol kalau cara berpikir kita sudah “naik kelas”. Tetap konsisten sesuai keahlian beliau, jurusan dan judul tesis membedah industri musik, yg dr dulu sangat beliau perjuangkan.. Selamat dapat nilai A… dengan sedikit revisi, dan setelah wisuda lanjut S3🙏 Congrats sayangkuuuu♥️ Wajib dengerin semua slide, mau full nya besok diyoutube yaa👌 #universitasairlangga #surabaya
Siang hari paling pas makan yang segar tapi tetap mengenyangkan. Salmon Noodle bumbu Thai versi rumah dengan kuah asam pedas, tinggi protein, pastinya nikmat!! Btw kalau salmon mentah, wajib yg Sashimi grade yahh!! Kalau recook, jangan lupa tag aku ya 😉
Ngemil enak nggak harus bikin rasa bersalah! 😋 Cuma 3 bahan! : – putih telur 150gr – keju quickmelt – madu (sesuai selera) Dipanggangnya dengan suhu 150°C selama 25 menit ya guys 😃 Hasilnya? Kue tinggi protein, ringan kalorinya, tapi tetap creamy dan nikmat! Cocok jadi cemilan tiap hari, tanpa drama 😍 #mashak #resepashanty #masakapahariini
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Some photos are about memories. Some are about love. And some remind me that I don’t have to do life alone. This is growth, surrounded by the people who matter😍 (Masih belum bs move on sm liburan kemaren, posting foto2 yg belum)
Boleh kok makan manis, asal tahu waktunya 😉 Bukan pagi hari, bukan saat perut kosong, tapi nikmati sebagai dessert setelah makan utama. Sebagai pejuang IF, ini penting banget: Biar gula darah tetap stabil, energi tahan lama, dan craving nggak datang bertubi-tubi. Bukan soal menahan diri, tapi soal lebih pintar memilih waktu ✨ #intermittentfasting #talkingash #ashantips
Perjalanan akademik Anang Hermansyah ( @ananghijau ) di jenjang magister akhirnya mencapai tahap penting. Musisi dan pencipta lagu ini diketahui telah menjalani ujian tesis S2 di Universitas Airlangga, Surabaya, pada Kamis (15/1/2026). Dalam ujian tersebut, Anang mempresentasikan tesis yang membahas performing rights dalam industri musik Indonesia. Setelah melalui proses pemaparan dan sesi tanya jawab bersama tim penguji, ia dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan dan meraih nilai A. Momen kelulusan ini turut dirayakan bersama rekan-rekan seangkatannya yang memberikan kejutan sederhana. Sebagai istri, Ashanty ( @ashanty_ash ) mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan yang dilalui Anang. Diketahui pula, Ashanty dan Azriel Hermansyah saat ini juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Airlangga. Selamat mas Anang! 🎉🎓 #indomusikgram
Perjalanan akademik Anang Hermansyah ( @ananghijau ) di jenjang magister akhirnya mencapai tahap penting. Musisi dan pencipta lagu ini diketahui telah menjalani ujian tesis S2 di Universitas Airlangga, Surabaya, pada Kamis (15/1/2026). Dalam ujian tersebut, Anang mempresentasikan tesis yang membahas performing rights dalam industri musik Indonesia. Setelah melalui proses pemaparan dan sesi tanya jawab bersama tim penguji, ia dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan dan meraih nilai A. Momen kelulusan ini turut dirayakan bersama rekan-rekan seangkatannya yang memberikan kejutan sederhana. Sebagai istri, Ashanty ( @ashanty_ash ) mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan yang dilalui Anang. Diketahui pula, Ashanty dan Azriel Hermansyah saat ini juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Airlangga. Selamat mas Anang! 🎉🎓 #indomusikgram
Perjalanan akademik Anang Hermansyah ( @ananghijau ) di jenjang magister akhirnya mencapai tahap penting. Musisi dan pencipta lagu ini diketahui telah menjalani ujian tesis S2 di Universitas Airlangga, Surabaya, pada Kamis (15/1/2026). Dalam ujian tersebut, Anang mempresentasikan tesis yang membahas performing rights dalam industri musik Indonesia. Setelah melalui proses pemaparan dan sesi tanya jawab bersama tim penguji, ia dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan dan meraih nilai A. Momen kelulusan ini turut dirayakan bersama rekan-rekan seangkatannya yang memberikan kejutan sederhana. Sebagai istri, Ashanty ( @ashanty_ash ) mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan yang dilalui Anang. Diketahui pula, Ashanty dan Azriel Hermansyah saat ini juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Airlangga. Selamat mas Anang! 🎉🎓 #indomusikgram