Teruntuk CEO di rumah yang sedang berulangtahun: Tanpamu mungkin aku sering tersesat. Enggan mencuci kaos kaki, salah menakar racikan kopi, terlalu gosong membakar roti, and the blah.. and the blah. Perlu kau ketahui, Your listening skill is a work of art! Caramu menganalisa sungguh presisi, khususon meladeni tuturan cerita perjalanan suamimu yang nyentrik ini. Hari ini kamu tak perlu repot bebersih rumah. Yaiyalaaaahhh.. lha wong lagi halan-halan liburan! Happy birthday to my favorite superhero! Selalu sehat, bahagia, dilimpahkan penuh energi kebaikan untuk terus memberi inspirasi baik. Aamiin. Terus berkarya, Mon Bojo! ❤️
: Celebrating Record Store Day! — Musim lebaran rekaman rilisan fisik telah dimulai. Kembali turun gunung dan siap berburu. Baru pekan pertama, tak sabar meliuk-liuk di pekan kedua. Bukan sekedar beburu potongan harga untuk terus menambah pundi koleksi piringan hitam, namun turut merayakan dan mensupport toko rekaman rilisan fisik. #recordstoredayindonesia
: “Be mighty, be humble, Be mighty humble.” – E.V — Kata orang “Life begins at 40”. Sebagian percaya angka tersebut adalah usia yang cukup matang untuk mengemban penjelajahan hidup yang lebih akbar lagi. Hei, kau musafir minat khusus! Benturan & uban tak mengendurkanmu! Justru mematangkan cakrawalamu. Tetaplah tangguh nan bersahaja, Mon! Hei, cuk! Selamat merayakan kehidupan dengan bertumbuh & berproses secara sederhana, sejahtera, dan secukupnya. Menjadi ayah, suami dan pribadi yang lebih baik & bijak bukanlah hal mudah. Akan tetapi, mojo ku malah semakin bertaji terpacu tuk mewujudkannya. Mugi-mugi Gusti Pangeran tansah paring kasarasan lan ketentreman. .. Kini, waktunya menatap & memupuk diri menuju Ramon versi 50! Sekharismatik Kevin Costner kah? Ah! Yang jelas tak jauh dari Eddie Vedder lah..!! Of Course.. Mon, yuk mari kita terus bermain & bertualang! Sluman, slumun, slamet! Bismillah.. …
: “Be mighty, be humble, Be mighty humble.” – E.V — Kata orang “Life begins at 40”. Sebagian percaya angka tersebut adalah usia yang cukup matang untuk mengemban penjelajahan hidup yang lebih akbar lagi. Hei, kau musafir minat khusus! Benturan & uban tak mengendurkanmu! Justru mematangkan cakrawalamu. Tetaplah tangguh nan bersahaja, Mon! Hei, cuk! Selamat merayakan kehidupan dengan bertumbuh & berproses secara sederhana, sejahtera, dan secukupnya. Menjadi ayah, suami dan pribadi yang lebih baik & bijak bukanlah hal mudah. Akan tetapi, mojo ku malah semakin bertaji terpacu tuk mewujudkannya. Mugi-mugi Gusti Pangeran tansah paring kasarasan lan ketentreman. .. Kini, waktunya menatap & memupuk diri menuju Ramon versi 50! Sekharismatik Kevin Costner kah? Ah! Yang jelas tak jauh dari Eddie Vedder lah..!! Of Course.. Mon, yuk mari kita terus bermain & bertualang! Sluman, slumun, slamet! Bismillah.. …
: “Be mighty, be humble, Be mighty humble.” – E.V — Kata orang “Life begins at 40”. Sebagian percaya angka tersebut adalah usia yang cukup matang untuk mengemban penjelajahan hidup yang lebih akbar lagi. Hei, kau musafir minat khusus! Benturan & uban tak mengendurkanmu! Justru mematangkan cakrawalamu. Tetaplah tangguh nan bersahaja, Mon! Hei, cuk! Selamat merayakan kehidupan dengan bertumbuh & berproses secara sederhana, sejahtera, dan secukupnya. Menjadi ayah, suami dan pribadi yang lebih baik & bijak bukanlah hal mudah. Akan tetapi, mojo ku malah semakin bertaji terpacu tuk mewujudkannya. Mugi-mugi Gusti Pangeran tansah paring kasarasan lan ketentreman. .. Kini, waktunya menatap & memupuk diri menuju Ramon versi 50! Sekharismatik Kevin Costner kah? Ah! Yang jelas tak jauh dari Eddie Vedder lah..!! Of Course.. Mon, yuk mari kita terus bermain & bertualang! Sluman, slumun, slamet! Bismillah.. …
: “Be mighty, be humble, Be mighty humble.” – E.V — Kata orang “Life begins at 40”. Sebagian percaya angka tersebut adalah usia yang cukup matang untuk mengemban penjelajahan hidup yang lebih akbar lagi. Hei, kau musafir minat khusus! Benturan & uban tak mengendurkanmu! Justru mematangkan cakrawalamu. Tetaplah tangguh nan bersahaja, Mon! Hei, cuk! Selamat merayakan kehidupan dengan bertumbuh & berproses secara sederhana, sejahtera, dan secukupnya. Menjadi ayah, suami dan pribadi yang lebih baik & bijak bukanlah hal mudah. Akan tetapi, mojo ku malah semakin bertaji terpacu tuk mewujudkannya. Mugi-mugi Gusti Pangeran tansah paring kasarasan lan ketentreman. .. Kini, waktunya menatap & memupuk diri menuju Ramon versi 50! Sekharismatik Kevin Costner kah? Ah! Yang jelas tak jauh dari Eddie Vedder lah..!! Of Course.. Mon, yuk mari kita terus bermain & bertualang! Sluman, slumun, slamet! Bismillah.. …
: “Be mighty, be humble, Be mighty humble.” – E.V — Kata orang “Life begins at 40”. Sebagian percaya angka tersebut adalah usia yang cukup matang untuk mengemban penjelajahan hidup yang lebih akbar lagi. Hei, kau musafir minat khusus! Benturan & uban tak mengendurkanmu! Justru mematangkan cakrawalamu. Tetaplah tangguh nan bersahaja, Mon! Hei, cuk! Selamat merayakan kehidupan dengan bertumbuh & berproses secara sederhana, sejahtera, dan secukupnya. Menjadi ayah, suami dan pribadi yang lebih baik & bijak bukanlah hal mudah. Akan tetapi, mojo ku malah semakin bertaji terpacu tuk mewujudkannya. Mugi-mugi Gusti Pangeran tansah paring kasarasan lan ketentreman. .. Kini, waktunya menatap & memupuk diri menuju Ramon versi 50! Sekharismatik Kevin Costner kah? Ah! Yang jelas tak jauh dari Eddie Vedder lah..!! Of Course.. Mon, yuk mari kita terus bermain & bertualang! Sluman, slumun, slamet! Bismillah.. …
: Tony Stark & Logan ?? — Adapula yang menyebut Presiden & Wapres Baplang (Asosiasi Bapack-Bapack Petualang). Beberapa delegasi dari negara lain memanggil kami Batman & Robin. Ragam julukan, dari Danny Ocean & Rusty Ryan hingga Upin-Ipin cabang Palmerah. Apa saja boleh.. Namun kami lebih nyaman disapa Abah & Abang. Terasa lebih hangat dan dekat tatkala berdiskusi mengoplos gagasan di warung kopi bersama kawan-kawan komunitas di akar rumput. Sebab untuk mengatasi tantangan persoalan lingkungan, kita semua cukup duduk bareng, berinisiasi dan bergerak sat set yang konsisten beriringan untuk terus memberi dampak baik nan berkelanjutan bagi planet ini tanpa harus memakai jubah dan sayap layaknya pahlawan super. Dipanggil apa saja boleh.. Asal jangan menyebut kami Andra & Dhani! Karena kelas mereka sudah level dewa. #nationalgeographicindonesia #sayapilihbumi #worldwaterforum10
: Bumi Atau Plastik? — Bagaimana bisa barisan sampah ini berserakan di pinggir pantai? Jelas ini dampak dari hulu persoalan perilaku kita yg hidup di daratan. Hal ini memantik masyarakat dan komunitas lokal yang memiliki kepedulian pada lingkungan untuk berupaya membebaskan lingkungan dari gunungan sampah plastik. Kegiatan membersihkan pantai atas inisiasi bersama SayaPilihBumi & SeaSoldier pada 22 Mei 2024 ini memilih Pantai Mertasari Sanur menjadi lokasi pembersihan karena merupakan muara akhir dari Sungai Pengembak. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan ada banyak sampah dan limbah yang terbawa arus sungai hingga mengendap di pantai ini. Lebih dari enam puluh kilogram sampah yang dikumpulkan puluhan relawan dan komunitas lokal ini lalu dipilah dan diolah kembali dalam workshop pembuatan ecobrick yang berpotensi menjadi material perkakas layak pakai. Kemudian sisa dari sampah tersebut diarahkan ke Tempat Pembuangan Sampah 3R Seminyak. Bagaimanapun, persoalan lingkungan yang terjadi ini mutlak membutuhkan keterlibatan segala pihak sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Bukan lagi bermuara pada pertanyaan: bisa atau tidak bisa. Melainkan, mau atau tidak mau? Dasarnya harus kita akui bahwa perilaku kita telah membuat kita bergantung pada plastik dan tenggelam di tengah gempuran sampah plastik yang menyesaki planet ini. Sudah waktunya kita harus bersikap, apa yang lebih penting? Bumi atau plastik? Saya Ramon Tungka, saya pilih bumi! #sayapilihbumi #nationalgeographicindonesia #eigeradventure
: Bumi Atau Plastik? — Bagaimana bisa barisan sampah ini berserakan di pinggir pantai? Jelas ini dampak dari hulu persoalan perilaku kita yg hidup di daratan. Hal ini memantik masyarakat dan komunitas lokal yang memiliki kepedulian pada lingkungan untuk berupaya membebaskan lingkungan dari gunungan sampah plastik. Kegiatan membersihkan pantai atas inisiasi bersama SayaPilihBumi & SeaSoldier pada 22 Mei 2024 ini memilih Pantai Mertasari Sanur menjadi lokasi pembersihan karena merupakan muara akhir dari Sungai Pengembak. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan ada banyak sampah dan limbah yang terbawa arus sungai hingga mengendap di pantai ini. Lebih dari enam puluh kilogram sampah yang dikumpulkan puluhan relawan dan komunitas lokal ini lalu dipilah dan diolah kembali dalam workshop pembuatan ecobrick yang berpotensi menjadi material perkakas layak pakai. Kemudian sisa dari sampah tersebut diarahkan ke Tempat Pembuangan Sampah 3R Seminyak. Bagaimanapun, persoalan lingkungan yang terjadi ini mutlak membutuhkan keterlibatan segala pihak sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Bukan lagi bermuara pada pertanyaan: bisa atau tidak bisa. Melainkan, mau atau tidak mau? Dasarnya harus kita akui bahwa perilaku kita telah membuat kita bergantung pada plastik dan tenggelam di tengah gempuran sampah plastik yang menyesaki planet ini. Sudah waktunya kita harus bersikap, apa yang lebih penting? Bumi atau plastik? Saya Ramon Tungka, saya pilih bumi! #sayapilihbumi #nationalgeographicindonesia #eigeradventure
: Bumi Atau Plastik? — Bagaimana bisa barisan sampah ini berserakan di pinggir pantai? Jelas ini dampak dari hulu persoalan perilaku kita yg hidup di daratan. Hal ini memantik masyarakat dan komunitas lokal yang memiliki kepedulian pada lingkungan untuk berupaya membebaskan lingkungan dari gunungan sampah plastik. Kegiatan membersihkan pantai atas inisiasi bersama SayaPilihBumi & SeaSoldier pada 22 Mei 2024 ini memilih Pantai Mertasari Sanur menjadi lokasi pembersihan karena merupakan muara akhir dari Sungai Pengembak. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan ada banyak sampah dan limbah yang terbawa arus sungai hingga mengendap di pantai ini. Lebih dari enam puluh kilogram sampah yang dikumpulkan puluhan relawan dan komunitas lokal ini lalu dipilah dan diolah kembali dalam workshop pembuatan ecobrick yang berpotensi menjadi material perkakas layak pakai. Kemudian sisa dari sampah tersebut diarahkan ke Tempat Pembuangan Sampah 3R Seminyak. Bagaimanapun, persoalan lingkungan yang terjadi ini mutlak membutuhkan keterlibatan segala pihak sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Bukan lagi bermuara pada pertanyaan: bisa atau tidak bisa. Melainkan, mau atau tidak mau? Dasarnya harus kita akui bahwa perilaku kita telah membuat kita bergantung pada plastik dan tenggelam di tengah gempuran sampah plastik yang menyesaki planet ini. Sudah waktunya kita harus bersikap, apa yang lebih penting? Bumi atau plastik? Saya Ramon Tungka, saya pilih bumi! #sayapilihbumi #nationalgeographicindonesia #eigeradventure
: Bumi Atau Plastik? — Bagaimana bisa barisan sampah ini berserakan di pinggir pantai? Jelas ini dampak dari hulu persoalan perilaku kita yg hidup di daratan. Hal ini memantik masyarakat dan komunitas lokal yang memiliki kepedulian pada lingkungan untuk berupaya membebaskan lingkungan dari gunungan sampah plastik. Kegiatan membersihkan pantai atas inisiasi bersama SayaPilihBumi & SeaSoldier pada 22 Mei 2024 ini memilih Pantai Mertasari Sanur menjadi lokasi pembersihan karena merupakan muara akhir dari Sungai Pengembak. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan ada banyak sampah dan limbah yang terbawa arus sungai hingga mengendap di pantai ini. Lebih dari enam puluh kilogram sampah yang dikumpulkan puluhan relawan dan komunitas lokal ini lalu dipilah dan diolah kembali dalam workshop pembuatan ecobrick yang berpotensi menjadi material perkakas layak pakai. Kemudian sisa dari sampah tersebut diarahkan ke Tempat Pembuangan Sampah 3R Seminyak. Bagaimanapun, persoalan lingkungan yang terjadi ini mutlak membutuhkan keterlibatan segala pihak sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Bukan lagi bermuara pada pertanyaan: bisa atau tidak bisa. Melainkan, mau atau tidak mau? Dasarnya harus kita akui bahwa perilaku kita telah membuat kita bergantung pada plastik dan tenggelam di tengah gempuran sampah plastik yang menyesaki planet ini. Sudah waktunya kita harus bersikap, apa yang lebih penting? Bumi atau plastik? Saya Ramon Tungka, saya pilih bumi! #sayapilihbumi #nationalgeographicindonesia #eigeradventure
: Bumi Atau Plastik? — Bagaimana bisa barisan sampah ini berserakan di pinggir pantai? Jelas ini dampak dari hulu persoalan perilaku kita yg hidup di daratan. Hal ini memantik masyarakat dan komunitas lokal yang memiliki kepedulian pada lingkungan untuk berupaya membebaskan lingkungan dari gunungan sampah plastik. Kegiatan membersihkan pantai atas inisiasi bersama SayaPilihBumi & SeaSoldier pada 22 Mei 2024 ini memilih Pantai Mertasari Sanur menjadi lokasi pembersihan karena merupakan muara akhir dari Sungai Pengembak. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan ada banyak sampah dan limbah yang terbawa arus sungai hingga mengendap di pantai ini. Lebih dari enam puluh kilogram sampah yang dikumpulkan puluhan relawan dan komunitas lokal ini lalu dipilah dan diolah kembali dalam workshop pembuatan ecobrick yang berpotensi menjadi material perkakas layak pakai. Kemudian sisa dari sampah tersebut diarahkan ke Tempat Pembuangan Sampah 3R Seminyak. Bagaimanapun, persoalan lingkungan yang terjadi ini mutlak membutuhkan keterlibatan segala pihak sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Bukan lagi bermuara pada pertanyaan: bisa atau tidak bisa. Melainkan, mau atau tidak mau? Dasarnya harus kita akui bahwa perilaku kita telah membuat kita bergantung pada plastik dan tenggelam di tengah gempuran sampah plastik yang menyesaki planet ini. Sudah waktunya kita harus bersikap, apa yang lebih penting? Bumi atau plastik? Saya Ramon Tungka, saya pilih bumi! #sayapilihbumi #nationalgeographicindonesia #eigeradventure
: Saya Pilih Bumi. — Bertambahnya jumlah penduduk bumi yang menuju angka 9 miliar, diikuti pula naiknya volume timbulan sampah yang dihasilkan dari akumulasi perilaku aktivitas kita sebagai penghuni. Tak pelak, keterlibatan semua pihak menjadi satu-satunya solusi mengatasi tantangan persoalan lingkungan. Atas campur tangan semesta, kemitraan saya bersama National Geographic Indonesia (NGI) yang telah terjalin lama, menggiring pada amanah untuk menakhodai @sayapilihbumi. Gerakan yang merupakan sebuah inisiasi yang dibangun @natgeoindonesia untuk perubahan perilaku dalam memberi peluang dan dampak yang lebih baik untuk planet ini. Lagi-lagi, semesta bekerja secara ajaib. Penugasan ini diberikan secara resmi tepat di usia saya menginjak kepala 4, mengejewantahkan ungkapan “Life begins at 40”. Terima kasih sebesar-besarnya kepada NGI atas kepercayaan dan hadiah yang luar biasa ini. Terus belajar, akan menjadi bahan bakar untuk menjalankannya. Mari membangun dampak yang baik untuk bumi. Seperti tertuang pada video mainfesto, kita kudu bersikap tegas menyikapi persoalan lingkungan dan memilih dengan bijak: Bumi Atau Plastik? Saya Ramon Tungka, SAYA PILIH BUMI! — Narasi video oleh Silvia Triyanti Luis & Ramon Tungka. Video oleh Zulfikar Muin, Febrizal, Donny Fernando. Editor video oleh Febrizal, Aga Akbel Pratama. #nationalgeographicindonesia #sayapilihbumi
: Tak Ada Musik Di Planet Yang Mati! — Hari ini, populasi manusia di bumi yang mencapai 8,5 milyar jelas memberikan dampak signifikan terhadap kerentanan planet. Memunculkan beragam persoalan lingkungan secara global, termasuk di negeri ini. Sebuah urgensi yang menginspirasi lahirnya IKLIM, inisiasi kolektif aksi iklim yang menyatukan musisi, seniman, organisasi lingkungan, dan ahli iklim di Indonesia untuk merespon tantangan ini. Pada 1-5 Juli 2024 kemarin, IKLIM menghelat lokakarya bagi musisi yang berkolaborasi dalam inisiatif ini. 15 musisi/band dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul, berdiskusi memperdalam pemahaman isu lingkungan bersama para pakar iklim antara lain: @econusa.id @purpose @coaction.id @greenpeaceid @cerah_indonesiaku @thinkpolicyid @trend_asia @natgeoindonesia @sayapilihbumi Turut pula dipertajam barisan fasilitator yang berisikan para musisi yang terlibat pada lokakarya tahun sebelumnya yakni @faridstevy @cholil @endahwidiastuti @tuantigabelas @igamassardi @rizalhadimusic serta @novaruth Selama lima hari para musisi melebur bersama pakar iklim & fasilitator untuk membangun gagasan demi gagasan dalam menyikapi isu iklim yang terjadi. Melahap data dan statistik persoalan untuk mengelola upaya-upaya guna diracik menjadi sebuah karya yang menggerakkan solusi. “Musisi bukanlah mesin industri, karena sejatinya musik mampu menggiring dan membentuk opini. Sebagai sebuah media edukasi informal perubahan budaya.” Ujar @robinavicula penggagas gerakan IKLIM di malam perayaan inaugurasi. Inisiasi ini memvalidasikan bahwa inklusifitas adalah satu-satunya solusi guna mengatasi isu iklim. Dimana musik dan seni tentu memiliki peran yang kuat dalam mendorong perubahan sosial. Dengan lugas sebuah karya seni diyakini memiliki kekuatan gelombang sonik yang sanggup menuai resonansi yang berdampak. Memanifestasikan penggalan khutbah Eddie Vedder: “Music’s at its best when it has a purpose.” Foto oleh: @musicdeclares_indonesia
: Tak Ada Musik Di Planet Yang Mati! — Hari ini, populasi manusia di bumi yang mencapai 8,5 milyar jelas memberikan dampak signifikan terhadap kerentanan planet. Memunculkan beragam persoalan lingkungan secara global, termasuk di negeri ini. Sebuah urgensi yang menginspirasi lahirnya IKLIM, inisiasi kolektif aksi iklim yang menyatukan musisi, seniman, organisasi lingkungan, dan ahli iklim di Indonesia untuk merespon tantangan ini. Pada 1-5 Juli 2024 kemarin, IKLIM menghelat lokakarya bagi musisi yang berkolaborasi dalam inisiatif ini. 15 musisi/band dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul, berdiskusi memperdalam pemahaman isu lingkungan bersama para pakar iklim antara lain: @econusa.id @purpose @coaction.id @greenpeaceid @cerah_indonesiaku @thinkpolicyid @trend_asia @natgeoindonesia @sayapilihbumi Turut pula dipertajam barisan fasilitator yang berisikan para musisi yang terlibat pada lokakarya tahun sebelumnya yakni @faridstevy @cholil @endahwidiastuti @tuantigabelas @igamassardi @rizalhadimusic serta @novaruth Selama lima hari para musisi melebur bersama pakar iklim & fasilitator untuk membangun gagasan demi gagasan dalam menyikapi isu iklim yang terjadi. Melahap data dan statistik persoalan untuk mengelola upaya-upaya guna diracik menjadi sebuah karya yang menggerakkan solusi. “Musisi bukanlah mesin industri, karena sejatinya musik mampu menggiring dan membentuk opini. Sebagai sebuah media edukasi informal perubahan budaya.” Ujar @robinavicula penggagas gerakan IKLIM di malam perayaan inaugurasi. Inisiasi ini memvalidasikan bahwa inklusifitas adalah satu-satunya solusi guna mengatasi isu iklim. Dimana musik dan seni tentu memiliki peran yang kuat dalam mendorong perubahan sosial. Dengan lugas sebuah karya seni diyakini memiliki kekuatan gelombang sonik yang sanggup menuai resonansi yang berdampak. Memanifestasikan penggalan khutbah Eddie Vedder: “Music’s at its best when it has a purpose.” Foto oleh: @musicdeclares_indonesia
: Tak Ada Musik Di Planet Yang Mati! — Hari ini, populasi manusia di bumi yang mencapai 8,5 milyar jelas memberikan dampak signifikan terhadap kerentanan planet. Memunculkan beragam persoalan lingkungan secara global, termasuk di negeri ini. Sebuah urgensi yang menginspirasi lahirnya IKLIM, inisiasi kolektif aksi iklim yang menyatukan musisi, seniman, organisasi lingkungan, dan ahli iklim di Indonesia untuk merespon tantangan ini. Pada 1-5 Juli 2024 kemarin, IKLIM menghelat lokakarya bagi musisi yang berkolaborasi dalam inisiatif ini. 15 musisi/band dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul, berdiskusi memperdalam pemahaman isu lingkungan bersama para pakar iklim antara lain: @econusa.id @purpose @coaction.id @greenpeaceid @cerah_indonesiaku @thinkpolicyid @trend_asia @natgeoindonesia @sayapilihbumi Turut pula dipertajam barisan fasilitator yang berisikan para musisi yang terlibat pada lokakarya tahun sebelumnya yakni @faridstevy @cholil @endahwidiastuti @tuantigabelas @igamassardi @rizalhadimusic serta @novaruth Selama lima hari para musisi melebur bersama pakar iklim & fasilitator untuk membangun gagasan demi gagasan dalam menyikapi isu iklim yang terjadi. Melahap data dan statistik persoalan untuk mengelola upaya-upaya guna diracik menjadi sebuah karya yang menggerakkan solusi. “Musisi bukanlah mesin industri, karena sejatinya musik mampu menggiring dan membentuk opini. Sebagai sebuah media edukasi informal perubahan budaya.” Ujar @robinavicula penggagas gerakan IKLIM di malam perayaan inaugurasi. Inisiasi ini memvalidasikan bahwa inklusifitas adalah satu-satunya solusi guna mengatasi isu iklim. Dimana musik dan seni tentu memiliki peran yang kuat dalam mendorong perubahan sosial. Dengan lugas sebuah karya seni diyakini memiliki kekuatan gelombang sonik yang sanggup menuai resonansi yang berdampak. Memanifestasikan penggalan khutbah Eddie Vedder: “Music’s at its best when it has a purpose.” Foto oleh: @musicdeclares_indonesia
: Tak Ada Musik Di Planet Yang Mati! — Hari ini, populasi manusia di bumi yang mencapai 8,5 milyar jelas memberikan dampak signifikan terhadap kerentanan planet. Memunculkan beragam persoalan lingkungan secara global, termasuk di negeri ini. Sebuah urgensi yang menginspirasi lahirnya IKLIM, inisiasi kolektif aksi iklim yang menyatukan musisi, seniman, organisasi lingkungan, dan ahli iklim di Indonesia untuk merespon tantangan ini. Pada 1-5 Juli 2024 kemarin, IKLIM menghelat lokakarya bagi musisi yang berkolaborasi dalam inisiatif ini. 15 musisi/band dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul, berdiskusi memperdalam pemahaman isu lingkungan bersama para pakar iklim antara lain: @econusa.id @purpose @coaction.id @greenpeaceid @cerah_indonesiaku @thinkpolicyid @trend_asia @natgeoindonesia @sayapilihbumi Turut pula dipertajam barisan fasilitator yang berisikan para musisi yang terlibat pada lokakarya tahun sebelumnya yakni @faridstevy @cholil @endahwidiastuti @tuantigabelas @igamassardi @rizalhadimusic serta @novaruth Selama lima hari para musisi melebur bersama pakar iklim & fasilitator untuk membangun gagasan demi gagasan dalam menyikapi isu iklim yang terjadi. Melahap data dan statistik persoalan untuk mengelola upaya-upaya guna diracik menjadi sebuah karya yang menggerakkan solusi. “Musisi bukanlah mesin industri, karena sejatinya musik mampu menggiring dan membentuk opini. Sebagai sebuah media edukasi informal perubahan budaya.” Ujar @robinavicula penggagas gerakan IKLIM di malam perayaan inaugurasi. Inisiasi ini memvalidasikan bahwa inklusifitas adalah satu-satunya solusi guna mengatasi isu iklim. Dimana musik dan seni tentu memiliki peran yang kuat dalam mendorong perubahan sosial. Dengan lugas sebuah karya seni diyakini memiliki kekuatan gelombang sonik yang sanggup menuai resonansi yang berdampak. Memanifestasikan penggalan khutbah Eddie Vedder: “Music’s at its best when it has a purpose.” Foto oleh: @musicdeclares_indonesia
Sobat Bumi, siang tadi Ramon Tungka, Editor At Large #SayaPilihBumi bersama Didi Kasim, Editor in Chief National Geographic Indonesia mengisi talkshow di Main Stage Deep & Xtreme Indonesia 2024. Di talkshow inspiratif ini, National Geographic Indonesia & #SayaPilihBumi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak untuk menginspirasi aksi berkelanjutan yang berdampak baik untuk lingkungan guna menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyrakat pesisir laut Indonesia. Kabar baiknya, bagi Sobat Bumi yang ketinggalan, kamu bisa simak foto-fotonya di sini! Bersama, kita bisa menjadikan pesisir Indonesia lebih lestari! #DeepandXtremeIndonesia2024 #SayaPilihBumi #NationalGeographicIndonesia #Natgeoindonesia #LautLestari #LestariKGMedia #IndonesiaBerkelanjutan
Sobat Bumi, siang tadi Ramon Tungka, Editor At Large #SayaPilihBumi bersama Didi Kasim, Editor in Chief National Geographic Indonesia mengisi talkshow di Main Stage Deep & Xtreme Indonesia 2024. Di talkshow inspiratif ini, National Geographic Indonesia & #SayaPilihBumi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak untuk menginspirasi aksi berkelanjutan yang berdampak baik untuk lingkungan guna menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyrakat pesisir laut Indonesia. Kabar baiknya, bagi Sobat Bumi yang ketinggalan, kamu bisa simak foto-fotonya di sini! Bersama, kita bisa menjadikan pesisir Indonesia lebih lestari! #DeepandXtremeIndonesia2024 #SayaPilihBumi #NationalGeographicIndonesia #Natgeoindonesia #LautLestari #LestariKGMedia #IndonesiaBerkelanjutan
Sobat Bumi, siang tadi Ramon Tungka, Editor At Large #SayaPilihBumi bersama Didi Kasim, Editor in Chief National Geographic Indonesia mengisi talkshow di Main Stage Deep & Xtreme Indonesia 2024. Di talkshow inspiratif ini, National Geographic Indonesia & #SayaPilihBumi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak untuk menginspirasi aksi berkelanjutan yang berdampak baik untuk lingkungan guna menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyrakat pesisir laut Indonesia. Kabar baiknya, bagi Sobat Bumi yang ketinggalan, kamu bisa simak foto-fotonya di sini! Bersama, kita bisa menjadikan pesisir Indonesia lebih lestari! #DeepandXtremeIndonesia2024 #SayaPilihBumi #NationalGeographicIndonesia #Natgeoindonesia #LautLestari #LestariKGMedia #IndonesiaBerkelanjutan
Sobat Bumi, siang tadi Ramon Tungka, Editor At Large #SayaPilihBumi bersama Didi Kasim, Editor in Chief National Geographic Indonesia mengisi talkshow di Main Stage Deep & Xtreme Indonesia 2024. Di talkshow inspiratif ini, National Geographic Indonesia & #SayaPilihBumi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak untuk menginspirasi aksi berkelanjutan yang berdampak baik untuk lingkungan guna menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyrakat pesisir laut Indonesia. Kabar baiknya, bagi Sobat Bumi yang ketinggalan, kamu bisa simak foto-fotonya di sini! Bersama, kita bisa menjadikan pesisir Indonesia lebih lestari! #DeepandXtremeIndonesia2024 #SayaPilihBumi #NationalGeographicIndonesia #Natgeoindonesia #LautLestari #LestariKGMedia #IndonesiaBerkelanjutan
Sobat Bumi, siang tadi Ramon Tungka, Editor At Large #SayaPilihBumi bersama Didi Kasim, Editor in Chief National Geographic Indonesia mengisi talkshow di Main Stage Deep & Xtreme Indonesia 2024. Di talkshow inspiratif ini, National Geographic Indonesia & #SayaPilihBumi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak untuk menginspirasi aksi berkelanjutan yang berdampak baik untuk lingkungan guna menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyrakat pesisir laut Indonesia. Kabar baiknya, bagi Sobat Bumi yang ketinggalan, kamu bisa simak foto-fotonya di sini! Bersama, kita bisa menjadikan pesisir Indonesia lebih lestari! #DeepandXtremeIndonesia2024 #SayaPilihBumi #NationalGeographicIndonesia #Natgeoindonesia #LautLestari #LestariKGMedia #IndonesiaBerkelanjutan
: BUMI atau PLASTIK? — Sobat bumi, banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk turut berkontribusi mengatasi persoalan lingkungan. MENCEGAH GELAS DAN SEDOTAN PLASTIK SEKALI PAKAI BERAKHIR MENJADI SAMPAH adalah salah satunya! Sebab perilaku kita sehari-hari memiliki dampak yang besar terhadap rentetan ragam isu sampah yang terjadi di daratan.. sampai ke lautan! Yuk, terus mempraktikkan aksi kecil yang berkelanjutan guna memberi dampak yang baik untuk bumi. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia! So, pilih mana? BUMI Atau PLASTIK? #sayapilihbumi #harikingkunganhidupsedunia