Membahas permasalahan lingkungan takkan ada habisnya bilamana tak ada kemauan untuk mengubah perilaku kita sendiri. Jalan masih panjang untuk mewujudkan lestari. Namun tak menyurutkan kawan-kawan seperjuangan. Tengok saja upaya @suparnojumar si river defender, yang mengajak kita untuk menyadari persoalan di sekitar Ciliwung, lalu @ebss.travels melalui @napak.bhumi yang mengubah limbah menjadi sepatu, dan tentu @davinaveronica yang terus menyuarakan isu pelestarian satwa. Mereka terus menggerakkan upaya-upaya baik demi menjaga kesinambungan alam raya dan manusianya. Kami berkumpul berdiskusi di Bentara Budaya Jakarta dalam srawung “Palmerah, Yuk!” jumat sore kemarin yang di kepung sajian kudapan lokal plus booth pertukaran pakaian (Barter.in) yang diinisiasi oleh @sayapilihbumi Kudapan yang tersaji di meja pun turut menghangatkan dan membakar keseruan topik-topik diskusi kami. Seperti biasanya, gagasan demi gagasan menyikapi persoalan dari hulu ke hilir terlahir di meja tengah nan ajaib itu. Tentu saja ragam persoalan lingkungan yang terjadi bukanlah semata tanggung jawab para aktivis konservasi ataupun para pembuat kebijakan. Jelas keterhubungan dan keterlibatan semua pihak akan menjadi untaian solusi dalam menghadapi perubahan iklim. Kami sepakat bahwa banyak bidang yang bisa diamplifikasi dalam memobilisasi perubahan perilaku untuk mewujudkan keselarasan nan lestari. Oh ya, terima kasih untuk mas @beginu yang kali ini pasrah membiarkan saya mengkudeta @palmerah.yuk sore itu. Panjang umur upaya-upaya baik!
Membahas permasalahan lingkungan takkan ada habisnya bilamana tak ada kemauan untuk mengubah perilaku kita sendiri. Jalan masih panjang untuk mewujudkan lestari. Namun tak menyurutkan kawan-kawan seperjuangan. Tengok saja upaya @suparnojumar si river defender, yang mengajak kita untuk menyadari persoalan di sekitar Ciliwung, lalu @ebss.travels melalui @napak.bhumi yang mengubah limbah menjadi sepatu, dan tentu @davinaveronica yang terus menyuarakan isu pelestarian satwa. Mereka terus menggerakkan upaya-upaya baik demi menjaga kesinambungan alam raya dan manusianya. Kami berkumpul berdiskusi di Bentara Budaya Jakarta dalam srawung “Palmerah, Yuk!” jumat sore kemarin yang di kepung sajian kudapan lokal plus booth pertukaran pakaian (Barter.in) yang diinisiasi oleh @sayapilihbumi Kudapan yang tersaji di meja pun turut menghangatkan dan membakar keseruan topik-topik diskusi kami. Seperti biasanya, gagasan demi gagasan menyikapi persoalan dari hulu ke hilir terlahir di meja tengah nan ajaib itu. Tentu saja ragam persoalan lingkungan yang terjadi bukanlah semata tanggung jawab para aktivis konservasi ataupun para pembuat kebijakan. Jelas keterhubungan dan keterlibatan semua pihak akan menjadi untaian solusi dalam menghadapi perubahan iklim. Kami sepakat bahwa banyak bidang yang bisa diamplifikasi dalam memobilisasi perubahan perilaku untuk mewujudkan keselarasan nan lestari. Oh ya, terima kasih untuk mas @beginu yang kali ini pasrah membiarkan saya mengkudeta @palmerah.yuk sore itu. Panjang umur upaya-upaya baik!
Membahas permasalahan lingkungan takkan ada habisnya bilamana tak ada kemauan untuk mengubah perilaku kita sendiri. Jalan masih panjang untuk mewujudkan lestari. Namun tak menyurutkan kawan-kawan seperjuangan. Tengok saja upaya @suparnojumar si river defender, yang mengajak kita untuk menyadari persoalan di sekitar Ciliwung, lalu @ebss.travels melalui @napak.bhumi yang mengubah limbah menjadi sepatu, dan tentu @davinaveronica yang terus menyuarakan isu pelestarian satwa. Mereka terus menggerakkan upaya-upaya baik demi menjaga kesinambungan alam raya dan manusianya. Kami berkumpul berdiskusi di Bentara Budaya Jakarta dalam srawung “Palmerah, Yuk!” jumat sore kemarin yang di kepung sajian kudapan lokal plus booth pertukaran pakaian (Barter.in) yang diinisiasi oleh @sayapilihbumi Kudapan yang tersaji di meja pun turut menghangatkan dan membakar keseruan topik-topik diskusi kami. Seperti biasanya, gagasan demi gagasan menyikapi persoalan dari hulu ke hilir terlahir di meja tengah nan ajaib itu. Tentu saja ragam persoalan lingkungan yang terjadi bukanlah semata tanggung jawab para aktivis konservasi ataupun para pembuat kebijakan. Jelas keterhubungan dan keterlibatan semua pihak akan menjadi untaian solusi dalam menghadapi perubahan iklim. Kami sepakat bahwa banyak bidang yang bisa diamplifikasi dalam memobilisasi perubahan perilaku untuk mewujudkan keselarasan nan lestari. Oh ya, terima kasih untuk mas @beginu yang kali ini pasrah membiarkan saya mengkudeta @palmerah.yuk sore itu. Panjang umur upaya-upaya baik!
: Menjaga hutan menjaga masyarakat adatnya = menyelamatkan seantero manusia & menjaga kehidupan.
From the river to the sea. Beberapa pekan terakhir ini cukup disibukkan perihal aktivasi di sungai bersama @sayapilihbumi yang berjalan paralel dengan kegiatan pelatihan di laut lepas menjelang ekspedisi kayak laut di Belitong bersama @djn_seakayakexpedition Tak sadar massa otot pun perlahan seterek. Mendadak doyan memainkan galon air mineral. Ditengah kondisi cuaca di pesisir yang tak menentu, tak menggentarkan tim ekspeditur menceburkan diri pada fase pelatihan tanpa perlu tercebur akibat hantaman gelombang. Ditempat terpisah, diarahkan dan diorganisasi oleh om @salehb1b1 dan @themangrove.paddlingcenter saya dituntut lihai berlatih sat-set bergerak diatas gelombang yang kali ini kudu mengendarai kayak laut Seabird LV yang berkarakteristik lebih ramping dan lincah untuk perjalanan jauh. Jelas tak semudah membalik telapak tangan untuk bisa meliuk-liuk dan berkawin dengannya. Bagai menjinakkan Kuda Sumba. Namun disela pertapaannya di Bahama nun jauh disana, pelatih saya @tree_wind_art_o yang juga seorang sufi laut terus memantau dan menyuapi petuah yang menyemangati: “Gelombang yang acak nan dinamis pantanglah dilawan. Nikmati dan mainkan roso. Undang dia, maka kau akan lihai njoged ing segoro.” Trengginas lan nggothot! Never Give Up!
From the river to the sea. Beberapa pekan terakhir ini cukup disibukkan perihal aktivasi di sungai bersama @sayapilihbumi yang berjalan paralel dengan kegiatan pelatihan di laut lepas menjelang ekspedisi kayak laut di Belitong bersama @djn_seakayakexpedition Tak sadar massa otot pun perlahan seterek. Mendadak doyan memainkan galon air mineral. Ditengah kondisi cuaca di pesisir yang tak menentu, tak menggentarkan tim ekspeditur menceburkan diri pada fase pelatihan tanpa perlu tercebur akibat hantaman gelombang. Ditempat terpisah, diarahkan dan diorganisasi oleh om @salehb1b1 dan @themangrove.paddlingcenter saya dituntut lihai berlatih sat-set bergerak diatas gelombang yang kali ini kudu mengendarai kayak laut Seabird LV yang berkarakteristik lebih ramping dan lincah untuk perjalanan jauh. Jelas tak semudah membalik telapak tangan untuk bisa meliuk-liuk dan berkawin dengannya. Bagai menjinakkan Kuda Sumba. Namun disela pertapaannya di Bahama nun jauh disana, pelatih saya @tree_wind_art_o yang juga seorang sufi laut terus memantau dan menyuapi petuah yang menyemangati: “Gelombang yang acak nan dinamis pantanglah dilawan. Nikmati dan mainkan roso. Undang dia, maka kau akan lihai njoged ing segoro.” Trengginas lan nggothot! Never Give Up!
From the river to the sea. Beberapa pekan terakhir ini cukup disibukkan perihal aktivasi di sungai bersama @sayapilihbumi yang berjalan paralel dengan kegiatan pelatihan di laut lepas menjelang ekspedisi kayak laut di Belitong bersama @djn_seakayakexpedition Tak sadar massa otot pun perlahan seterek. Mendadak doyan memainkan galon air mineral. Ditengah kondisi cuaca di pesisir yang tak menentu, tak menggentarkan tim ekspeditur menceburkan diri pada fase pelatihan tanpa perlu tercebur akibat hantaman gelombang. Ditempat terpisah, diarahkan dan diorganisasi oleh om @salehb1b1 dan @themangrove.paddlingcenter saya dituntut lihai berlatih sat-set bergerak diatas gelombang yang kali ini kudu mengendarai kayak laut Seabird LV yang berkarakteristik lebih ramping dan lincah untuk perjalanan jauh. Jelas tak semudah membalik telapak tangan untuk bisa meliuk-liuk dan berkawin dengannya. Bagai menjinakkan Kuda Sumba. Namun disela pertapaannya di Bahama nun jauh disana, pelatih saya @tree_wind_art_o yang juga seorang sufi laut terus memantau dan menyuapi petuah yang menyemangati: “Gelombang yang acak nan dinamis pantanglah dilawan. Nikmati dan mainkan roso. Undang dia, maka kau akan lihai njoged ing segoro.” Trengginas lan nggothot! Never Give Up!
From the river to the sea. Beberapa pekan terakhir ini cukup disibukkan perihal aktivasi di sungai bersama @sayapilihbumi yang berjalan paralel dengan kegiatan pelatihan di laut lepas menjelang ekspedisi kayak laut di Belitong bersama @djn_seakayakexpedition Tak sadar massa otot pun perlahan seterek. Mendadak doyan memainkan galon air mineral. Ditengah kondisi cuaca di pesisir yang tak menentu, tak menggentarkan tim ekspeditur menceburkan diri pada fase pelatihan tanpa perlu tercebur akibat hantaman gelombang. Ditempat terpisah, diarahkan dan diorganisasi oleh om @salehb1b1 dan @themangrove.paddlingcenter saya dituntut lihai berlatih sat-set bergerak diatas gelombang yang kali ini kudu mengendarai kayak laut Seabird LV yang berkarakteristik lebih ramping dan lincah untuk perjalanan jauh. Jelas tak semudah membalik telapak tangan untuk bisa meliuk-liuk dan berkawin dengannya. Bagai menjinakkan Kuda Sumba. Namun disela pertapaannya di Bahama nun jauh disana, pelatih saya @tree_wind_art_o yang juga seorang sufi laut terus memantau dan menyuapi petuah yang menyemangati: “Gelombang yang acak nan dinamis pantanglah dilawan. Nikmati dan mainkan roso. Undang dia, maka kau akan lihai njoged ing segoro.” Trengginas lan nggothot! Never Give Up!
From the river to the sea. Beberapa pekan terakhir ini cukup disibukkan perihal aktivasi di sungai bersama @sayapilihbumi yang berjalan paralel dengan kegiatan pelatihan di laut lepas menjelang ekspedisi kayak laut di Belitong bersama @djn_seakayakexpedition Tak sadar massa otot pun perlahan seterek. Mendadak doyan memainkan galon air mineral. Ditengah kondisi cuaca di pesisir yang tak menentu, tak menggentarkan tim ekspeditur menceburkan diri pada fase pelatihan tanpa perlu tercebur akibat hantaman gelombang. Ditempat terpisah, diarahkan dan diorganisasi oleh om @salehb1b1 dan @themangrove.paddlingcenter saya dituntut lihai berlatih sat-set bergerak diatas gelombang yang kali ini kudu mengendarai kayak laut Seabird LV yang berkarakteristik lebih ramping dan lincah untuk perjalanan jauh. Jelas tak semudah membalik telapak tangan untuk bisa meliuk-liuk dan berkawin dengannya. Bagai menjinakkan Kuda Sumba. Namun disela pertapaannya di Bahama nun jauh disana, pelatih saya @tree_wind_art_o yang juga seorang sufi laut terus memantau dan menyuapi petuah yang menyemangati: “Gelombang yang acak nan dinamis pantanglah dilawan. Nikmati dan mainkan roso. Undang dia, maka kau akan lihai njoged ing segoro.” Trengginas lan nggothot! Never Give Up!
From the river to the sea. Beberapa pekan terakhir ini cukup disibukkan perihal aktivasi di sungai bersama @sayapilihbumi yang berjalan paralel dengan kegiatan pelatihan di laut lepas menjelang ekspedisi kayak laut di Belitong bersama @djn_seakayakexpedition Tak sadar massa otot pun perlahan seterek. Mendadak doyan memainkan galon air mineral. Ditengah kondisi cuaca di pesisir yang tak menentu, tak menggentarkan tim ekspeditur menceburkan diri pada fase pelatihan tanpa perlu tercebur akibat hantaman gelombang. Ditempat terpisah, diarahkan dan diorganisasi oleh om @salehb1b1 dan @themangrove.paddlingcenter saya dituntut lihai berlatih sat-set bergerak diatas gelombang yang kali ini kudu mengendarai kayak laut Seabird LV yang berkarakteristik lebih ramping dan lincah untuk perjalanan jauh. Jelas tak semudah membalik telapak tangan untuk bisa meliuk-liuk dan berkawin dengannya. Bagai menjinakkan Kuda Sumba. Namun disela pertapaannya di Bahama nun jauh disana, pelatih saya @tree_wind_art_o yang juga seorang sufi laut terus memantau dan menyuapi petuah yang menyemangati: “Gelombang yang acak nan dinamis pantanglah dilawan. Nikmati dan mainkan roso. Undang dia, maka kau akan lihai njoged ing segoro.” Trengginas lan nggothot! Never Give Up!
Terimakasih atas dukungannya Pak @sandiuno ! Kami tunggu mendayung di Belitung, Pak! Kalau mau berenang juga boleh, Pak. Kami kawal pakai Kayak 😊 (Kali ini tanpa pantun)😁
Di minggu pagi langkah-langkah kaki kami pasti bergerak menuju aliran sungai Grogol di Pamerah Selatan. Memeringati Hari Sungai yang jatuh pada hari ini Sabtu, 27 Juli 2024, SayaPilihBumi bersama 79 rekan lainnya yang datang dari beragam komunitas, maupun para sukarelawan dari @kompasgramedia. Kami menelusuri sungai sepanjang 150 meter, mengangkat beberapa material baik yang berada di bibir maupun yang sudah menahun tertanam dan terkunci di tengah badan sungai. Berlapis sampah seperti bercerita perjalanan mereka berakhir di sungai ini juga dihantarkan oleh manusia yang juga bergenerasi terus membuang limbahnya ke sungai. Tak kurang dari 1,473 kilogram sampah yang dapat kami angkat dari sungai dan salurkan kepada dinas lingkungan hidup sekitar. Bantal, sarung, popok, plastik sekali pakai, dan beragam material sisa kebutuhan manusia kami temukan sepanjang penelusuran kami pagi ini. Sungguh sedih membayangkan bagaimana bisa sungai sebagai nadi kehidupan manusia hari ini nampak seperti halaman belakang rumah yang kotor dan hanya digunakan sebagai tempat sampah manusia. Sejatinya kegiatan susur dan bersih sungai seperti ini tak akan pernah usai, usaha ini akan kami terus giatkan tak hanya bertujuan membershkan, namun juga mengajak untuk lebih banyak lagi manusia yang turun dan bergelut bersama sungai-sungai indah negeri ini seperti para leluhur dahulu. Hari sungai harusnya hari di mana kita turun dan bersenda gurau dengan lintas generasi dan menikmati kawasan bersama aliran sungai yang bersih dan menawarkan ketenangan, hari sungai tak semestinya indentik dengan kesemrawutan, ketidakpedulian insan, dan kekotoran kawasan. Mengangkat sampah seberat ribuan kilogram seperti ini bukanlah sebuah prestasi, tetapi ini lebih seperti tamparan keras di wajah. Tamparan yang kembali mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat sampah bagi manusia. Sungai adalah nadi dan pusat kehidupan Planet ini. Kembali kepada pertanyaan ketika kita memulai semua ini. Pilih Bumi atau Plastik? Kami semua pilih Bumi! Salam lestari! Terima kash untuk rekan-rekan semua hari ini, lestari semua upaya-upaya baik kita semua! Teks oleh Didi Kaspi Foto oleh @ricky_jalanjalan
Di minggu pagi langkah-langkah kaki kami pasti bergerak menuju aliran sungai Grogol di Pamerah Selatan. Memeringati Hari Sungai yang jatuh pada hari ini Sabtu, 27 Juli 2024, SayaPilihBumi bersama 79 rekan lainnya yang datang dari beragam komunitas, maupun para sukarelawan dari @kompasgramedia. Kami menelusuri sungai sepanjang 150 meter, mengangkat beberapa material baik yang berada di bibir maupun yang sudah menahun tertanam dan terkunci di tengah badan sungai. Berlapis sampah seperti bercerita perjalanan mereka berakhir di sungai ini juga dihantarkan oleh manusia yang juga bergenerasi terus membuang limbahnya ke sungai. Tak kurang dari 1,473 kilogram sampah yang dapat kami angkat dari sungai dan salurkan kepada dinas lingkungan hidup sekitar. Bantal, sarung, popok, plastik sekali pakai, dan beragam material sisa kebutuhan manusia kami temukan sepanjang penelusuran kami pagi ini. Sungguh sedih membayangkan bagaimana bisa sungai sebagai nadi kehidupan manusia hari ini nampak seperti halaman belakang rumah yang kotor dan hanya digunakan sebagai tempat sampah manusia. Sejatinya kegiatan susur dan bersih sungai seperti ini tak akan pernah usai, usaha ini akan kami terus giatkan tak hanya bertujuan membershkan, namun juga mengajak untuk lebih banyak lagi manusia yang turun dan bergelut bersama sungai-sungai indah negeri ini seperti para leluhur dahulu. Hari sungai harusnya hari di mana kita turun dan bersenda gurau dengan lintas generasi dan menikmati kawasan bersama aliran sungai yang bersih dan menawarkan ketenangan, hari sungai tak semestinya indentik dengan kesemrawutan, ketidakpedulian insan, dan kekotoran kawasan. Mengangkat sampah seberat ribuan kilogram seperti ini bukanlah sebuah prestasi, tetapi ini lebih seperti tamparan keras di wajah. Tamparan yang kembali mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat sampah bagi manusia. Sungai adalah nadi dan pusat kehidupan Planet ini. Kembali kepada pertanyaan ketika kita memulai semua ini. Pilih Bumi atau Plastik? Kami semua pilih Bumi! Salam lestari! Terima kash untuk rekan-rekan semua hari ini, lestari semua upaya-upaya baik kita semua! Teks oleh Didi Kaspi Foto oleh @ricky_jalanjalan
Di minggu pagi langkah-langkah kaki kami pasti bergerak menuju aliran sungai Grogol di Pamerah Selatan. Memeringati Hari Sungai yang jatuh pada hari ini Sabtu, 27 Juli 2024, SayaPilihBumi bersama 79 rekan lainnya yang datang dari beragam komunitas, maupun para sukarelawan dari @kompasgramedia. Kami menelusuri sungai sepanjang 150 meter, mengangkat beberapa material baik yang berada di bibir maupun yang sudah menahun tertanam dan terkunci di tengah badan sungai. Berlapis sampah seperti bercerita perjalanan mereka berakhir di sungai ini juga dihantarkan oleh manusia yang juga bergenerasi terus membuang limbahnya ke sungai. Tak kurang dari 1,473 kilogram sampah yang dapat kami angkat dari sungai dan salurkan kepada dinas lingkungan hidup sekitar. Bantal, sarung, popok, plastik sekali pakai, dan beragam material sisa kebutuhan manusia kami temukan sepanjang penelusuran kami pagi ini. Sungguh sedih membayangkan bagaimana bisa sungai sebagai nadi kehidupan manusia hari ini nampak seperti halaman belakang rumah yang kotor dan hanya digunakan sebagai tempat sampah manusia. Sejatinya kegiatan susur dan bersih sungai seperti ini tak akan pernah usai, usaha ini akan kami terus giatkan tak hanya bertujuan membershkan, namun juga mengajak untuk lebih banyak lagi manusia yang turun dan bergelut bersama sungai-sungai indah negeri ini seperti para leluhur dahulu. Hari sungai harusnya hari di mana kita turun dan bersenda gurau dengan lintas generasi dan menikmati kawasan bersama aliran sungai yang bersih dan menawarkan ketenangan, hari sungai tak semestinya indentik dengan kesemrawutan, ketidakpedulian insan, dan kekotoran kawasan. Mengangkat sampah seberat ribuan kilogram seperti ini bukanlah sebuah prestasi, tetapi ini lebih seperti tamparan keras di wajah. Tamparan yang kembali mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat sampah bagi manusia. Sungai adalah nadi dan pusat kehidupan Planet ini. Kembali kepada pertanyaan ketika kita memulai semua ini. Pilih Bumi atau Plastik? Kami semua pilih Bumi! Salam lestari! Terima kash untuk rekan-rekan semua hari ini, lestari semua upaya-upaya baik kita semua! Teks oleh Didi Kaspi Foto oleh @ricky_jalanjalan
Di minggu pagi langkah-langkah kaki kami pasti bergerak menuju aliran sungai Grogol di Pamerah Selatan. Memeringati Hari Sungai yang jatuh pada hari ini Sabtu, 27 Juli 2024, SayaPilihBumi bersama 79 rekan lainnya yang datang dari beragam komunitas, maupun para sukarelawan dari @kompasgramedia. Kami menelusuri sungai sepanjang 150 meter, mengangkat beberapa material baik yang berada di bibir maupun yang sudah menahun tertanam dan terkunci di tengah badan sungai. Berlapis sampah seperti bercerita perjalanan mereka berakhir di sungai ini juga dihantarkan oleh manusia yang juga bergenerasi terus membuang limbahnya ke sungai. Tak kurang dari 1,473 kilogram sampah yang dapat kami angkat dari sungai dan salurkan kepada dinas lingkungan hidup sekitar. Bantal, sarung, popok, plastik sekali pakai, dan beragam material sisa kebutuhan manusia kami temukan sepanjang penelusuran kami pagi ini. Sungguh sedih membayangkan bagaimana bisa sungai sebagai nadi kehidupan manusia hari ini nampak seperti halaman belakang rumah yang kotor dan hanya digunakan sebagai tempat sampah manusia. Sejatinya kegiatan susur dan bersih sungai seperti ini tak akan pernah usai, usaha ini akan kami terus giatkan tak hanya bertujuan membershkan, namun juga mengajak untuk lebih banyak lagi manusia yang turun dan bergelut bersama sungai-sungai indah negeri ini seperti para leluhur dahulu. Hari sungai harusnya hari di mana kita turun dan bersenda gurau dengan lintas generasi dan menikmati kawasan bersama aliran sungai yang bersih dan menawarkan ketenangan, hari sungai tak semestinya indentik dengan kesemrawutan, ketidakpedulian insan, dan kekotoran kawasan. Mengangkat sampah seberat ribuan kilogram seperti ini bukanlah sebuah prestasi, tetapi ini lebih seperti tamparan keras di wajah. Tamparan yang kembali mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat sampah bagi manusia. Sungai adalah nadi dan pusat kehidupan Planet ini. Kembali kepada pertanyaan ketika kita memulai semua ini. Pilih Bumi atau Plastik? Kami semua pilih Bumi! Salam lestari! Terima kash untuk rekan-rekan semua hari ini, lestari semua upaya-upaya baik kita semua! Teks oleh Didi Kaspi Foto oleh @ricky_jalanjalan
Di minggu pagi langkah-langkah kaki kami pasti bergerak menuju aliran sungai Grogol di Pamerah Selatan. Memeringati Hari Sungai yang jatuh pada hari ini Sabtu, 27 Juli 2024, SayaPilihBumi bersama 79 rekan lainnya yang datang dari beragam komunitas, maupun para sukarelawan dari @kompasgramedia. Kami menelusuri sungai sepanjang 150 meter, mengangkat beberapa material baik yang berada di bibir maupun yang sudah menahun tertanam dan terkunci di tengah badan sungai. Berlapis sampah seperti bercerita perjalanan mereka berakhir di sungai ini juga dihantarkan oleh manusia yang juga bergenerasi terus membuang limbahnya ke sungai. Tak kurang dari 1,473 kilogram sampah yang dapat kami angkat dari sungai dan salurkan kepada dinas lingkungan hidup sekitar. Bantal, sarung, popok, plastik sekali pakai, dan beragam material sisa kebutuhan manusia kami temukan sepanjang penelusuran kami pagi ini. Sungguh sedih membayangkan bagaimana bisa sungai sebagai nadi kehidupan manusia hari ini nampak seperti halaman belakang rumah yang kotor dan hanya digunakan sebagai tempat sampah manusia. Sejatinya kegiatan susur dan bersih sungai seperti ini tak akan pernah usai, usaha ini akan kami terus giatkan tak hanya bertujuan membershkan, namun juga mengajak untuk lebih banyak lagi manusia yang turun dan bergelut bersama sungai-sungai indah negeri ini seperti para leluhur dahulu. Hari sungai harusnya hari di mana kita turun dan bersenda gurau dengan lintas generasi dan menikmati kawasan bersama aliran sungai yang bersih dan menawarkan ketenangan, hari sungai tak semestinya indentik dengan kesemrawutan, ketidakpedulian insan, dan kekotoran kawasan. Mengangkat sampah seberat ribuan kilogram seperti ini bukanlah sebuah prestasi, tetapi ini lebih seperti tamparan keras di wajah. Tamparan yang kembali mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat sampah bagi manusia. Sungai adalah nadi dan pusat kehidupan Planet ini. Kembali kepada pertanyaan ketika kita memulai semua ini. Pilih Bumi atau Plastik? Kami semua pilih Bumi! Salam lestari! Terima kash untuk rekan-rekan semua hari ini, lestari semua upaya-upaya baik kita semua! Teks oleh Didi Kaspi Foto oleh @ricky_jalanjalan
Di minggu pagi langkah-langkah kaki kami pasti bergerak menuju aliran sungai Grogol di Pamerah Selatan. Memeringati Hari Sungai yang jatuh pada hari ini Sabtu, 27 Juli 2024, SayaPilihBumi bersama 79 rekan lainnya yang datang dari beragam komunitas, maupun para sukarelawan dari @kompasgramedia. Kami menelusuri sungai sepanjang 150 meter, mengangkat beberapa material baik yang berada di bibir maupun yang sudah menahun tertanam dan terkunci di tengah badan sungai. Berlapis sampah seperti bercerita perjalanan mereka berakhir di sungai ini juga dihantarkan oleh manusia yang juga bergenerasi terus membuang limbahnya ke sungai. Tak kurang dari 1,473 kilogram sampah yang dapat kami angkat dari sungai dan salurkan kepada dinas lingkungan hidup sekitar. Bantal, sarung, popok, plastik sekali pakai, dan beragam material sisa kebutuhan manusia kami temukan sepanjang penelusuran kami pagi ini. Sungguh sedih membayangkan bagaimana bisa sungai sebagai nadi kehidupan manusia hari ini nampak seperti halaman belakang rumah yang kotor dan hanya digunakan sebagai tempat sampah manusia. Sejatinya kegiatan susur dan bersih sungai seperti ini tak akan pernah usai, usaha ini akan kami terus giatkan tak hanya bertujuan membershkan, namun juga mengajak untuk lebih banyak lagi manusia yang turun dan bergelut bersama sungai-sungai indah negeri ini seperti para leluhur dahulu. Hari sungai harusnya hari di mana kita turun dan bersenda gurau dengan lintas generasi dan menikmati kawasan bersama aliran sungai yang bersih dan menawarkan ketenangan, hari sungai tak semestinya indentik dengan kesemrawutan, ketidakpedulian insan, dan kekotoran kawasan. Mengangkat sampah seberat ribuan kilogram seperti ini bukanlah sebuah prestasi, tetapi ini lebih seperti tamparan keras di wajah. Tamparan yang kembali mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat sampah bagi manusia. Sungai adalah nadi dan pusat kehidupan Planet ini. Kembali kepada pertanyaan ketika kita memulai semua ini. Pilih Bumi atau Plastik? Kami semua pilih Bumi! Salam lestari! Terima kash untuk rekan-rekan semua hari ini, lestari semua upaya-upaya baik kita semua! Teks oleh Didi Kaspi Foto oleh @ricky_jalanjalan
:Pelepasan Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024. — Tak ada perasaan lain yang dapat mewakilkan selain sebuah kebanggaan & kehormatan, terpilih dan dipercaya untuk bergabung di Tim Segara (tim pendayung) pada @djn_seakayakexpedition yang diinisiasi oleh @wanadri_official Ekspedisi kayak laut sirkum navigasi di Pulau Belitung ini terdiri dari 10 orang personel Tim Segara (tim pendayung) dan 11 orang personel Tim Nusa (tim daratan) yang akan mengelilingi pesisir Belitung, sepanjang kurang lebih 439 kilometer menggunakan armada kayak laut. Kemarin (05/08/24) Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024 resmi dilepas pada seremoni yang dihelat di Eiger Adventure Flagship Store Bandung Jl. Sumatra, yang turut pula dihadir para sesepuh Wanadri, rekan media dan tokoh-tokoh undangan lainnya. Jauh sebelumnya, kami, Tim Segara menempa pelatihan intensif pada beberapa waktu lalu guna menggenapi persiapan pengembaraan ini. Adapun Penjelajahan kali ini merupakan sekuel lanjutan dari ekspedisi mengelilingi Flores tahun lalu. Tentu saja selain menegaskan Indonesia sebagai negeri bahari yang menyimpan petualangan tropis terbaik di dunia, ekspedisi ini juga bertujuan menelusuri wilayah yang susah dijangkau untuk menjemput inspirasi dari kekayaan lanskap sosial budaya serta upaya masyarakat pesisir menjaga pelestarian alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menunaikan salah satu bait Hakikat Wanadri: “Wanadri mengembara dan menempuh daerah-daerah demi kepentingan tanah air dan ilmu pengetahuan.” Terima kasih Wanadri, dan tim @djn_seakayakexpedition Jasmudi! Tak lama lagi kita memulai penjelajahan, saudaraku! Bismillah! — Dalam foto slide 1: Ronny Lukito, pendiri @eigeradventure (kiri). Yoppi R. Siregar, Ketua Umum Ekspedisi DJN 2024 (kanan).
:Pelepasan Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024. — Tak ada perasaan lain yang dapat mewakilkan selain sebuah kebanggaan & kehormatan, terpilih dan dipercaya untuk bergabung di Tim Segara (tim pendayung) pada @djn_seakayakexpedition yang diinisiasi oleh @wanadri_official Ekspedisi kayak laut sirkum navigasi di Pulau Belitung ini terdiri dari 10 orang personel Tim Segara (tim pendayung) dan 11 orang personel Tim Nusa (tim daratan) yang akan mengelilingi pesisir Belitung, sepanjang kurang lebih 439 kilometer menggunakan armada kayak laut. Kemarin (05/08/24) Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024 resmi dilepas pada seremoni yang dihelat di Eiger Adventure Flagship Store Bandung Jl. Sumatra, yang turut pula dihadir para sesepuh Wanadri, rekan media dan tokoh-tokoh undangan lainnya. Jauh sebelumnya, kami, Tim Segara menempa pelatihan intensif pada beberapa waktu lalu guna menggenapi persiapan pengembaraan ini. Adapun Penjelajahan kali ini merupakan sekuel lanjutan dari ekspedisi mengelilingi Flores tahun lalu. Tentu saja selain menegaskan Indonesia sebagai negeri bahari yang menyimpan petualangan tropis terbaik di dunia, ekspedisi ini juga bertujuan menelusuri wilayah yang susah dijangkau untuk menjemput inspirasi dari kekayaan lanskap sosial budaya serta upaya masyarakat pesisir menjaga pelestarian alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menunaikan salah satu bait Hakikat Wanadri: “Wanadri mengembara dan menempuh daerah-daerah demi kepentingan tanah air dan ilmu pengetahuan.” Terima kasih Wanadri, dan tim @djn_seakayakexpedition Jasmudi! Tak lama lagi kita memulai penjelajahan, saudaraku! Bismillah! — Dalam foto slide 1: Ronny Lukito, pendiri @eigeradventure (kiri). Yoppi R. Siregar, Ketua Umum Ekspedisi DJN 2024 (kanan).
:Pelepasan Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024. — Tak ada perasaan lain yang dapat mewakilkan selain sebuah kebanggaan & kehormatan, terpilih dan dipercaya untuk bergabung di Tim Segara (tim pendayung) pada @djn_seakayakexpedition yang diinisiasi oleh @wanadri_official Ekspedisi kayak laut sirkum navigasi di Pulau Belitung ini terdiri dari 10 orang personel Tim Segara (tim pendayung) dan 11 orang personel Tim Nusa (tim daratan) yang akan mengelilingi pesisir Belitung, sepanjang kurang lebih 439 kilometer menggunakan armada kayak laut. Kemarin (05/08/24) Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024 resmi dilepas pada seremoni yang dihelat di Eiger Adventure Flagship Store Bandung Jl. Sumatra, yang turut pula dihadir para sesepuh Wanadri, rekan media dan tokoh-tokoh undangan lainnya. Jauh sebelumnya, kami, Tim Segara menempa pelatihan intensif pada beberapa waktu lalu guna menggenapi persiapan pengembaraan ini. Adapun Penjelajahan kali ini merupakan sekuel lanjutan dari ekspedisi mengelilingi Flores tahun lalu. Tentu saja selain menegaskan Indonesia sebagai negeri bahari yang menyimpan petualangan tropis terbaik di dunia, ekspedisi ini juga bertujuan menelusuri wilayah yang susah dijangkau untuk menjemput inspirasi dari kekayaan lanskap sosial budaya serta upaya masyarakat pesisir menjaga pelestarian alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menunaikan salah satu bait Hakikat Wanadri: “Wanadri mengembara dan menempuh daerah-daerah demi kepentingan tanah air dan ilmu pengetahuan.” Terima kasih Wanadri, dan tim @djn_seakayakexpedition Jasmudi! Tak lama lagi kita memulai penjelajahan, saudaraku! Bismillah! — Dalam foto slide 1: Ronny Lukito, pendiri @eigeradventure (kiri). Yoppi R. Siregar, Ketua Umum Ekspedisi DJN 2024 (kanan).
:Pelepasan Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024. — Tak ada perasaan lain yang dapat mewakilkan selain sebuah kebanggaan & kehormatan, terpilih dan dipercaya untuk bergabung di Tim Segara (tim pendayung) pada @djn_seakayakexpedition yang diinisiasi oleh @wanadri_official Ekspedisi kayak laut sirkum navigasi di Pulau Belitung ini terdiri dari 10 orang personel Tim Segara (tim pendayung) dan 11 orang personel Tim Nusa (tim daratan) yang akan mengelilingi pesisir Belitung, sepanjang kurang lebih 439 kilometer menggunakan armada kayak laut. Kemarin (05/08/24) Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024 resmi dilepas pada seremoni yang dihelat di Eiger Adventure Flagship Store Bandung Jl. Sumatra, yang turut pula dihadir para sesepuh Wanadri, rekan media dan tokoh-tokoh undangan lainnya. Jauh sebelumnya, kami, Tim Segara menempa pelatihan intensif pada beberapa waktu lalu guna menggenapi persiapan pengembaraan ini. Adapun Penjelajahan kali ini merupakan sekuel lanjutan dari ekspedisi mengelilingi Flores tahun lalu. Tentu saja selain menegaskan Indonesia sebagai negeri bahari yang menyimpan petualangan tropis terbaik di dunia, ekspedisi ini juga bertujuan menelusuri wilayah yang susah dijangkau untuk menjemput inspirasi dari kekayaan lanskap sosial budaya serta upaya masyarakat pesisir menjaga pelestarian alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menunaikan salah satu bait Hakikat Wanadri: “Wanadri mengembara dan menempuh daerah-daerah demi kepentingan tanah air dan ilmu pengetahuan.” Terima kasih Wanadri, dan tim @djn_seakayakexpedition Jasmudi! Tak lama lagi kita memulai penjelajahan, saudaraku! Bismillah! — Dalam foto slide 1: Ronny Lukito, pendiri @eigeradventure (kiri). Yoppi R. Siregar, Ketua Umum Ekspedisi DJN 2024 (kanan).
:Pelepasan Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024. — Tak ada perasaan lain yang dapat mewakilkan selain sebuah kebanggaan & kehormatan, terpilih dan dipercaya untuk bergabung di Tim Segara (tim pendayung) pada @djn_seakayakexpedition yang diinisiasi oleh @wanadri_official Ekspedisi kayak laut sirkum navigasi di Pulau Belitung ini terdiri dari 10 orang personel Tim Segara (tim pendayung) dan 11 orang personel Tim Nusa (tim daratan) yang akan mengelilingi pesisir Belitung, sepanjang kurang lebih 439 kilometer menggunakan armada kayak laut. Kemarin (05/08/24) Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024 resmi dilepas pada seremoni yang dihelat di Eiger Adventure Flagship Store Bandung Jl. Sumatra, yang turut pula dihadir para sesepuh Wanadri, rekan media dan tokoh-tokoh undangan lainnya. Jauh sebelumnya, kami, Tim Segara menempa pelatihan intensif pada beberapa waktu lalu guna menggenapi persiapan pengembaraan ini. Adapun Penjelajahan kali ini merupakan sekuel lanjutan dari ekspedisi mengelilingi Flores tahun lalu. Tentu saja selain menegaskan Indonesia sebagai negeri bahari yang menyimpan petualangan tropis terbaik di dunia, ekspedisi ini juga bertujuan menelusuri wilayah yang susah dijangkau untuk menjemput inspirasi dari kekayaan lanskap sosial budaya serta upaya masyarakat pesisir menjaga pelestarian alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menunaikan salah satu bait Hakikat Wanadri: “Wanadri mengembara dan menempuh daerah-daerah demi kepentingan tanah air dan ilmu pengetahuan.” Terima kasih Wanadri, dan tim @djn_seakayakexpedition Jasmudi! Tak lama lagi kita memulai penjelajahan, saudaraku! Bismillah! — Dalam foto slide 1: Ronny Lukito, pendiri @eigeradventure (kiri). Yoppi R. Siregar, Ketua Umum Ekspedisi DJN 2024 (kanan).
:Pelepasan Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024. — Tak ada perasaan lain yang dapat mewakilkan selain sebuah kebanggaan & kehormatan, terpilih dan dipercaya untuk bergabung di Tim Segara (tim pendayung) pada @djn_seakayakexpedition yang diinisiasi oleh @wanadri_official Ekspedisi kayak laut sirkum navigasi di Pulau Belitung ini terdiri dari 10 orang personel Tim Segara (tim pendayung) dan 11 orang personel Tim Nusa (tim daratan) yang akan mengelilingi pesisir Belitung, sepanjang kurang lebih 439 kilometer menggunakan armada kayak laut. Kemarin (05/08/24) Tim Dayung Jelajah Nusantara 2024 resmi dilepas pada seremoni yang dihelat di Eiger Adventure Flagship Store Bandung Jl. Sumatra, yang turut pula dihadir para sesepuh Wanadri, rekan media dan tokoh-tokoh undangan lainnya. Jauh sebelumnya, kami, Tim Segara menempa pelatihan intensif pada beberapa waktu lalu guna menggenapi persiapan pengembaraan ini. Adapun Penjelajahan kali ini merupakan sekuel lanjutan dari ekspedisi mengelilingi Flores tahun lalu. Tentu saja selain menegaskan Indonesia sebagai negeri bahari yang menyimpan petualangan tropis terbaik di dunia, ekspedisi ini juga bertujuan menelusuri wilayah yang susah dijangkau untuk menjemput inspirasi dari kekayaan lanskap sosial budaya serta upaya masyarakat pesisir menjaga pelestarian alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menunaikan salah satu bait Hakikat Wanadri: “Wanadri mengembara dan menempuh daerah-daerah demi kepentingan tanah air dan ilmu pengetahuan.” Terima kasih Wanadri, dan tim @djn_seakayakexpedition Jasmudi! Tak lama lagi kita memulai penjelajahan, saudaraku! Bismillah! — Dalam foto slide 1: Ronny Lukito, pendiri @eigeradventure (kiri). Yoppi R. Siregar, Ketua Umum Ekspedisi DJN 2024 (kanan).
It’s monday! Maaf tak bisa ikut meeting RUPS! — Terus berlatih, berlatih terus. Persiapan menuju keberangkatan ekspedisi kayak laut sirkum navigasi Pulau Belitung bersama @djn_seakayakexpedition