49 tahun hidup. Bekerja serta berkarya sejak 17 tahun, belum bosan, bahkan makin suka kerja dan makin terpacu untuk berkarya. Tahun ini, selain hari lahir, saya pun merayakan tahun berkarya terpadat. 1 album musik. 3 manuskrip—dua di antaranya akan terbit tahun ini. 5 proyek adaptasi yang prosesnya akan butuh tahunan, tetapi sebagian besar dimulai tahun ini. Untuk itu, mohon maklum jika saya akan lebih banyak berdiam di “gua”, meski kehidupan dan kebutuhan pasti tetap menyeret saya keluar sesekali. Terima kasih untuk doa dan ucapan baik kawan-kawan semua. Mohon maaf jika ada yang luput terbalas. Doakan agar saya sehat lahir batin, waras dan waskita agar jernih mendengar bisikan inspirasi. Karena, meski banyak cara untuk kita jumpa, cara favorit saya adalah berjumpa di karya. Mari kita bikin janji pada hari ini, untuk jumpa dalam karya saya berikutnya. 📷 @herrysntosa
What does Dee Lestari write? “What I want to read, then I research the rest.” 📖 💡
Top 10 reasons why we love our mom. Happy birdday mama @deelestari. Edited by @atishaprajna and me. #fyp #fypシ #fypage #fypppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp #ilovemymom #birthday #livelaughlove
Dengerin nih!😁 Full podcast @suaraberkelas di Youtube & Spotify 🎧 📍 @heystudio_id Follow, share dan save untuk berkembang bareng 🫵🏽 #reels #productivity #inspiration #learning #growth #education #life #career #selfdevelopment
“Aku butuh Bapak untuk melengkapiku sebagai manusia.” Kalau kamu bisa duduk bersama Bapak lagi, cerita apa yang ingin kamu dengar darinya? Yuk, tulis di kolom komentar. #DeeLestari #CeritaBapak #TanpaRencana
Para penulis kembali diberi kesempatan berdialog dengan pemerintah, yang kali ini diinisiasi oleh Staf Khusus Kepresidenan Ekraf, Mas Yovie Widianto. Bersama @afuadi, @js_khairen, dan @imelda_akmal Imelda yang juga merupakan salah satu dari presidium @id.alinea, kami berbincang hampir dua jam lamanya. Secara kreativitas, penulis baik-baik saja. Namanya juga orang kreatif, kalau ada tantangan, pasti akan ada saja caranya mencari jalan. Namun, ada peer-peer klasik yang tak selesai-selesai, yang perlu urun tangan banyak pihak, terutama pemerintah. (1) Pembajakan —> yang sudah terasa seperti pembiaran (2) Pajak —> koreksi NPPN (50% tidak pas utk nature profesi kami, juga condong bikin lebih bayar, dan request jadi 6% itu prosedurnya masih ribet apalagi waktu pakai Coretax 😭 (3) Diplomasi literasi ke kancah internasional yang belum optimal. Apalagi ternyata ada janji kampanye dari Pak Presiden untuk menjadikan pajak royalti menjadi final (1% ya Pak, jangan tahu-tahu final tahunya 15% juga 😅). Sebagai sesama seniman, Mas @ywpiano pastinya bisa berempati dengan sisi pelaku industri. Semoga dengan inisiatif ini, Mas Yovie bisa menjadi jembatan kepada pihak kementerian dan aparat negara terkait untuk perbaikan isu-isu ini. Jumlah kami sedikit, sumbangan GDP secara angka tak besar, tetapi penulis adalah jendela intelektualitas sebuah bangsa. Pengaruh karya tulis dapat masif, langgeng, dan berdampak besar bagi berbagai sektor, lintas generasi. Permintaan kami tak muluk, tapi akan sangat berarti untuk pemeliharaan profesi yang terbilang “rare breeds” ini. PS. Kenapa pakai lagu “Kusadari”? Karena ini lagu satu-satunya kami pernah tulis bersama, saya dan Mas @ywpiano 😆 #trivia (dan biar muka Khairen gak berasa amat betenya, haha!)
Para penulis kembali diberi kesempatan berdialog dengan pemerintah, yang kali ini diinisiasi oleh Staf Khusus Kepresidenan Ekraf, Mas Yovie Widianto. Bersama @afuadi, @js_khairen, dan @imelda_akmal Imelda yang juga merupakan salah satu dari presidium @id.alinea, kami berbincang hampir dua jam lamanya. Secara kreativitas, penulis baik-baik saja. Namanya juga orang kreatif, kalau ada tantangan, pasti akan ada saja caranya mencari jalan. Namun, ada peer-peer klasik yang tak selesai-selesai, yang perlu urun tangan banyak pihak, terutama pemerintah. (1) Pembajakan —> yang sudah terasa seperti pembiaran (2) Pajak —> koreksi NPPN (50% tidak pas utk nature profesi kami, juga condong bikin lebih bayar, dan request jadi 6% itu prosedurnya masih ribet apalagi waktu pakai Coretax 😭 (3) Diplomasi literasi ke kancah internasional yang belum optimal. Apalagi ternyata ada janji kampanye dari Pak Presiden untuk menjadikan pajak royalti menjadi final (1% ya Pak, jangan tahu-tahu final tahunya 15% juga 😅). Sebagai sesama seniman, Mas @ywpiano pastinya bisa berempati dengan sisi pelaku industri. Semoga dengan inisiatif ini, Mas Yovie bisa menjadi jembatan kepada pihak kementerian dan aparat negara terkait untuk perbaikan isu-isu ini. Jumlah kami sedikit, sumbangan GDP secara angka tak besar, tetapi penulis adalah jendela intelektualitas sebuah bangsa. Pengaruh karya tulis dapat masif, langgeng, dan berdampak besar bagi berbagai sektor, lintas generasi. Permintaan kami tak muluk, tapi akan sangat berarti untuk pemeliharaan profesi yang terbilang “rare breeds” ini. PS. Kenapa pakai lagu “Kusadari”? Karena ini lagu satu-satunya kami pernah tulis bersama, saya dan Mas @ywpiano 😆 #trivia (dan biar muka Khairen gak berasa amat betenya, haha!)
Para penulis kembali diberi kesempatan berdialog dengan pemerintah, yang kali ini diinisiasi oleh Staf Khusus Kepresidenan Ekraf, Mas Yovie Widianto. Bersama @afuadi, @js_khairen, dan @imelda_akmal Imelda yang juga merupakan salah satu dari presidium @id.alinea, kami berbincang hampir dua jam lamanya. Secara kreativitas, penulis baik-baik saja. Namanya juga orang kreatif, kalau ada tantangan, pasti akan ada saja caranya mencari jalan. Namun, ada peer-peer klasik yang tak selesai-selesai, yang perlu urun tangan banyak pihak, terutama pemerintah. (1) Pembajakan —> yang sudah terasa seperti pembiaran (2) Pajak —> koreksi NPPN (50% tidak pas utk nature profesi kami, juga condong bikin lebih bayar, dan request jadi 6% itu prosedurnya masih ribet apalagi waktu pakai Coretax 😭 (3) Diplomasi literasi ke kancah internasional yang belum optimal. Apalagi ternyata ada janji kampanye dari Pak Presiden untuk menjadikan pajak royalti menjadi final (1% ya Pak, jangan tahu-tahu final tahunya 15% juga 😅). Sebagai sesama seniman, Mas @ywpiano pastinya bisa berempati dengan sisi pelaku industri. Semoga dengan inisiatif ini, Mas Yovie bisa menjadi jembatan kepada pihak kementerian dan aparat negara terkait untuk perbaikan isu-isu ini. Jumlah kami sedikit, sumbangan GDP secara angka tak besar, tetapi penulis adalah jendela intelektualitas sebuah bangsa. Pengaruh karya tulis dapat masif, langgeng, dan berdampak besar bagi berbagai sektor, lintas generasi. Permintaan kami tak muluk, tapi akan sangat berarti untuk pemeliharaan profesi yang terbilang “rare breeds” ini. PS. Kenapa pakai lagu “Kusadari”? Karena ini lagu satu-satunya kami pernah tulis bersama, saya dan Mas @ywpiano 😆 #trivia (dan biar muka Khairen gak berasa amat betenya, haha!)
Para penulis kembali diberi kesempatan berdialog dengan pemerintah, yang kali ini diinisiasi oleh Staf Khusus Kepresidenan Ekraf, Mas Yovie Widianto. Bersama @afuadi, @js_khairen, dan @imelda_akmal Imelda yang juga merupakan salah satu dari presidium @id.alinea, kami berbincang hampir dua jam lamanya. Secara kreativitas, penulis baik-baik saja. Namanya juga orang kreatif, kalau ada tantangan, pasti akan ada saja caranya mencari jalan. Namun, ada peer-peer klasik yang tak selesai-selesai, yang perlu urun tangan banyak pihak, terutama pemerintah. (1) Pembajakan —> yang sudah terasa seperti pembiaran (2) Pajak —> koreksi NPPN (50% tidak pas utk nature profesi kami, juga condong bikin lebih bayar, dan request jadi 6% itu prosedurnya masih ribet apalagi waktu pakai Coretax 😭 (3) Diplomasi literasi ke kancah internasional yang belum optimal. Apalagi ternyata ada janji kampanye dari Pak Presiden untuk menjadikan pajak royalti menjadi final (1% ya Pak, jangan tahu-tahu final tahunya 15% juga 😅). Sebagai sesama seniman, Mas @ywpiano pastinya bisa berempati dengan sisi pelaku industri. Semoga dengan inisiatif ini, Mas Yovie bisa menjadi jembatan kepada pihak kementerian dan aparat negara terkait untuk perbaikan isu-isu ini. Jumlah kami sedikit, sumbangan GDP secara angka tak besar, tetapi penulis adalah jendela intelektualitas sebuah bangsa. Pengaruh karya tulis dapat masif, langgeng, dan berdampak besar bagi berbagai sektor, lintas generasi. Permintaan kami tak muluk, tapi akan sangat berarti untuk pemeliharaan profesi yang terbilang “rare breeds” ini. PS. Kenapa pakai lagu “Kusadari”? Karena ini lagu satu-satunya kami pernah tulis bersama, saya dan Mas @ywpiano 😆 #trivia (dan biar muka Khairen gak berasa amat betenya, haha!)
Para penulis kembali diberi kesempatan berdialog dengan pemerintah, yang kali ini diinisiasi oleh Staf Khusus Kepresidenan Ekraf, Mas Yovie Widianto. Bersama @afuadi, @js_khairen, dan @imelda_akmal Imelda yang juga merupakan salah satu dari presidium @id.alinea, kami berbincang hampir dua jam lamanya. Secara kreativitas, penulis baik-baik saja. Namanya juga orang kreatif, kalau ada tantangan, pasti akan ada saja caranya mencari jalan. Namun, ada peer-peer klasik yang tak selesai-selesai, yang perlu urun tangan banyak pihak, terutama pemerintah. (1) Pembajakan —> yang sudah terasa seperti pembiaran (2) Pajak —> koreksi NPPN (50% tidak pas utk nature profesi kami, juga condong bikin lebih bayar, dan request jadi 6% itu prosedurnya masih ribet apalagi waktu pakai Coretax 😭 (3) Diplomasi literasi ke kancah internasional yang belum optimal. Apalagi ternyata ada janji kampanye dari Pak Presiden untuk menjadikan pajak royalti menjadi final (1% ya Pak, jangan tahu-tahu final tahunya 15% juga 😅). Sebagai sesama seniman, Mas @ywpiano pastinya bisa berempati dengan sisi pelaku industri. Semoga dengan inisiatif ini, Mas Yovie bisa menjadi jembatan kepada pihak kementerian dan aparat negara terkait untuk perbaikan isu-isu ini. Jumlah kami sedikit, sumbangan GDP secara angka tak besar, tetapi penulis adalah jendela intelektualitas sebuah bangsa. Pengaruh karya tulis dapat masif, langgeng, dan berdampak besar bagi berbagai sektor, lintas generasi. Permintaan kami tak muluk, tapi akan sangat berarti untuk pemeliharaan profesi yang terbilang “rare breeds” ini. PS. Kenapa pakai lagu “Kusadari”? Karena ini lagu satu-satunya kami pernah tulis bersama, saya dan Mas @ywpiano 😆 #trivia (dan biar muka Khairen gak berasa amat betenya, haha!)
Bukan cuma ikut kelas Zumba yang harus fit ya, ternyata ikut pesta ultahnya juga. Soalnya segala di-Zumba-in. Mulai dari kasih kue, tiup lilin, sampe buka kado. Belum lagi bikin kontennya 🫠 Kadang Hayati lelah, tapi udah kadung cinta, jadi ya udah, deh. Jogetin ajah 😄 Terima kasyih buat kemeriahannya, teman teman SD Suka Senam, TK Senam Ceria (TSC), jajaran guru & utusan Dinas Gerak Badan. Semarak sekali hariku! 🥳👏 #SDSukaSenam
Berkumpul pagi ini bersama teman-teman Taichi. Latihan bersama yang diinisiasi oleh Reza Gunawan, dan sampai sekarang masih bertahan. Potluck tahunan ini pas banget bertepatan dengan ultah 2in1 saya dan Reza. Duet 20-21 Jan. So, hari ini kami ikut merayakan kenangan Reza dan “warisan”-nya, yakni komunitas mungil Taichi kami. Thank you for the togetherness in the past four years, Coach Willy @waiwilly, Mbak Lani, Mbak Mitta, Bu Alit, Nadia. Semoga bisa lanjut terus latihan bareng ya ❤️ And thank you @rezagunawan for another bridge you’d built, among many others, which had connected us to a practice that brings out a better version of ourselves. #RezaGunawan
Berkumpul pagi ini bersama teman-teman Taichi. Latihan bersama yang diinisiasi oleh Reza Gunawan, dan sampai sekarang masih bertahan. Potluck tahunan ini pas banget bertepatan dengan ultah 2in1 saya dan Reza. Duet 20-21 Jan. So, hari ini kami ikut merayakan kenangan Reza dan “warisan”-nya, yakni komunitas mungil Taichi kami. Thank you for the togetherness in the past four years, Coach Willy @waiwilly, Mbak Lani, Mbak Mitta, Bu Alit, Nadia. Semoga bisa lanjut terus latihan bareng ya ❤️ And thank you @rezagunawan for another bridge you’d built, among many others, which had connected us to a practice that brings out a better version of ourselves. #RezaGunawan
Berkumpul pagi ini bersama teman-teman Taichi. Latihan bersama yang diinisiasi oleh Reza Gunawan, dan sampai sekarang masih bertahan. Potluck tahunan ini pas banget bertepatan dengan ultah 2in1 saya dan Reza. Duet 20-21 Jan. So, hari ini kami ikut merayakan kenangan Reza dan “warisan”-nya, yakni komunitas mungil Taichi kami. Thank you for the togetherness in the past four years, Coach Willy @waiwilly, Mbak Lani, Mbak Mitta, Bu Alit, Nadia. Semoga bisa lanjut terus latihan bareng ya ❤️ And thank you @rezagunawan for another bridge you’d built, among many others, which had connected us to a practice that brings out a better version of ourselves. #RezaGunawan
What a warm reception we had from Kanjeng Gusti Bhre @bhresudjiwo at Pura Mangkunegaran 🥰 Senang sekali bisa menyerahkan buku Tanpa Rencana untuk beliau. Buat yang sudah baca, tentunya tahu satu cerita berjudul Malam Sehitam Aspal, yang terinspirasi dari prosesi Malam 1 Sura yg saya ikuti di Solo tahun lalu. Handing the book to KG felt like a full circle ☺️ Makasih sekali lagi dearest Bayu @bayu_hendro yang sudah menemaniku selama di Solo (sampai ke Lawu!). Happy to meet up with Kris, Mas Aris, Mas Ibnu dan teman-teman dari SAH. Ditunggu sekuel pertemuannya 😄👋
What a warm reception we had from Kanjeng Gusti Bhre @bhresudjiwo at Pura Mangkunegaran 🥰 Senang sekali bisa menyerahkan buku Tanpa Rencana untuk beliau. Buat yang sudah baca, tentunya tahu satu cerita berjudul Malam Sehitam Aspal, yang terinspirasi dari prosesi Malam 1 Sura yg saya ikuti di Solo tahun lalu. Handing the book to KG felt like a full circle ☺️ Makasih sekali lagi dearest Bayu @bayu_hendro yang sudah menemaniku selama di Solo (sampai ke Lawu!). Happy to meet up with Kris, Mas Aris, Mas Ibnu dan teman-teman dari SAH. Ditunggu sekuel pertemuannya 😄👋
What a warm reception we had from Kanjeng Gusti Bhre @bhresudjiwo at Pura Mangkunegaran 🥰 Senang sekali bisa menyerahkan buku Tanpa Rencana untuk beliau. Buat yang sudah baca, tentunya tahu satu cerita berjudul Malam Sehitam Aspal, yang terinspirasi dari prosesi Malam 1 Sura yg saya ikuti di Solo tahun lalu. Handing the book to KG felt like a full circle ☺️ Makasih sekali lagi dearest Bayu @bayu_hendro yang sudah menemaniku selama di Solo (sampai ke Lawu!). Happy to meet up with Kris, Mas Aris, Mas Ibnu dan teman-teman dari SAH. Ditunggu sekuel pertemuannya 😄👋
What a warm reception we had from Kanjeng Gusti Bhre @bhresudjiwo at Pura Mangkunegaran 🥰 Senang sekali bisa menyerahkan buku Tanpa Rencana untuk beliau. Buat yang sudah baca, tentunya tahu satu cerita berjudul Malam Sehitam Aspal, yang terinspirasi dari prosesi Malam 1 Sura yg saya ikuti di Solo tahun lalu. Handing the book to KG felt like a full circle ☺️ Makasih sekali lagi dearest Bayu @bayu_hendro yang sudah menemaniku selama di Solo (sampai ke Lawu!). Happy to meet up with Kris, Mas Aris, Mas Ibnu dan teman-teman dari SAH. Ditunggu sekuel pertemuannya 😄👋
Perjalanan riset Lawu membawa saya singgah ke Rumah Atsiri di Tawangmangu. Segalanya di sana memukau. Indra kita dimanjakan oleh desain arsitektur, alam, dan wangi atsiri berbagai tanaman. Museumnya pun indah dan informatif. Definitely should be in your visit list! Thanks Masbro @bayu_hendro buat inisiatif kunjungan impromptu yang penuh faedah ini. And thank you @rumahatsiri staff, Mbak Dewi and Raka, for your hospitality. Beruntung sekali pada hari terakhir di Solo, saya bisa berjumpa dan berbincang panjang dengan pemilik Rumah Atsiri, Pak Paulus dan istri. This is such an inspiring trip, indeed! ❤️ #RumahAtsiri
Perjalanan riset Lawu membawa saya singgah ke Rumah Atsiri di Tawangmangu. Segalanya di sana memukau. Indra kita dimanjakan oleh desain arsitektur, alam, dan wangi atsiri berbagai tanaman. Museumnya pun indah dan informatif. Definitely should be in your visit list! Thanks Masbro @bayu_hendro buat inisiatif kunjungan impromptu yang penuh faedah ini. And thank you @rumahatsiri staff, Mbak Dewi and Raka, for your hospitality. Beruntung sekali pada hari terakhir di Solo, saya bisa berjumpa dan berbincang panjang dengan pemilik Rumah Atsiri, Pak Paulus dan istri. This is such an inspiring trip, indeed! ❤️ #RumahAtsiri
Perjalanan riset Lawu membawa saya singgah ke Rumah Atsiri di Tawangmangu. Segalanya di sana memukau. Indra kita dimanjakan oleh desain arsitektur, alam, dan wangi atsiri berbagai tanaman. Museumnya pun indah dan informatif. Definitely should be in your visit list! Thanks Masbro @bayu_hendro buat inisiatif kunjungan impromptu yang penuh faedah ini. And thank you @rumahatsiri staff, Mbak Dewi and Raka, for your hospitality. Beruntung sekali pada hari terakhir di Solo, saya bisa berjumpa dan berbincang panjang dengan pemilik Rumah Atsiri, Pak Paulus dan istri. This is such an inspiring trip, indeed! ❤️ #RumahAtsiri
Perjalanan riset Lawu membawa saya singgah ke Rumah Atsiri di Tawangmangu. Segalanya di sana memukau. Indra kita dimanjakan oleh desain arsitektur, alam, dan wangi atsiri berbagai tanaman. Museumnya pun indah dan informatif. Definitely should be in your visit list! Thanks Masbro @bayu_hendro buat inisiatif kunjungan impromptu yang penuh faedah ini. And thank you @rumahatsiri staff, Mbak Dewi and Raka, for your hospitality. Beruntung sekali pada hari terakhir di Solo, saya bisa berjumpa dan berbincang panjang dengan pemilik Rumah Atsiri, Pak Paulus dan istri. This is such an inspiring trip, indeed! ❤️ #RumahAtsiri
Perjalanan riset Lawu membawa saya singgah ke Rumah Atsiri di Tawangmangu. Segalanya di sana memukau. Indra kita dimanjakan oleh desain arsitektur, alam, dan wangi atsiri berbagai tanaman. Museumnya pun indah dan informatif. Definitely should be in your visit list! Thanks Masbro @bayu_hendro buat inisiatif kunjungan impromptu yang penuh faedah ini. And thank you @rumahatsiri staff, Mbak Dewi and Raka, for your hospitality. Beruntung sekali pada hari terakhir di Solo, saya bisa berjumpa dan berbincang panjang dengan pemilik Rumah Atsiri, Pak Paulus dan istri. This is such an inspiring trip, indeed! ❤️ #RumahAtsiri
Perjalanan riset Lawu membawa saya singgah ke Rumah Atsiri di Tawangmangu. Segalanya di sana memukau. Indra kita dimanjakan oleh desain arsitektur, alam, dan wangi atsiri berbagai tanaman. Museumnya pun indah dan informatif. Definitely should be in your visit list! Thanks Masbro @bayu_hendro buat inisiatif kunjungan impromptu yang penuh faedah ini. And thank you @rumahatsiri staff, Mbak Dewi and Raka, for your hospitality. Beruntung sekali pada hari terakhir di Solo, saya bisa berjumpa dan berbincang panjang dengan pemilik Rumah Atsiri, Pak Paulus dan istri. This is such an inspiring trip, indeed! ❤️ #RumahAtsiri